blank
Festival Kuliner Legend yang digelar di Gedung Sasana Adipura Kencana berlangsung cukup ramai. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Pemkab Wonosobo memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Kuliner Legend yang digagas Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW).

Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ajang menikmati makanan legendaris, tetapi juga wadah untuk melestarikan budaya dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat melalui Asisten Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M Kristijadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KJW atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dia menegaskan, Festival Kuliner Legend merupakan refleksi kebanggaan dan identitas daerah, sekaligus sarana mempromosikan potensi kuliner Wonosobo agar semakin dikenal luas.

“Festival ini bukan hanya ruang untuk menikmati cita rasa dari sebuah makanan, tetapi juga wujud kebanggaan kita bersama atas kekayaan kuliner dan budaya daerah,” ujarnya.

Menurut dia, kekayaan kuliner menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dan budaya masyarakat. Wonosobo sendiri punya potensi wisata kuliner legend yang luar biasa dan unik.

Karena kuliner legend tidak hanya menghadirkan kenikmatan rasa, tapi juga menyimpan nilai dan kenangan yang perlu dijaga lintas generasi. Mereka merupakan pelaku kuliner yang sudah berjalan secara turun-temurun.

“Potensi kuliner adalah peluang besar untuk kita kembangkan dan lestarikan, agar kecintaan generasi muda pada kekayaan kuliner lokal tidak luntur, sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah,” lanjutnya.

Festival Kuliner Legend, menurutnya, juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pelaku UMKM, restoran, komunitas kreatif, dan penggerak wisata.

Penggerak UMKM

blank
Pengunjung antri di kasir untuk memesan menu kuliner legend yang akan dinikmati. Foto : SB/Muharno Zarka

Dalam satu kegiatan, hadir berbagai unsur mulai dari seni pertunjukan, edukasi kuliner, promosi produk lokal, hingga ruang bagi pelaku usaha untuk berjejaring.

“Penyelenggaraan festival ini menjadi langkah konkret dalam membuka ruang bagi UMKM memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing,” katanya.

Dia berharap festival serupa dapat digelar setiap tahun sebagai agenda rutin daerah. Dengan begitu, kegiatan ini bisa menjadi bagian penting dari ekosistem penggerak UMKM kuliner yang berkolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya.

“Konsistensi adalah kunci untuk memperkuat identitas daerah, melestarikan kuliner tradisional, serta meningkatkan citra Wonosobo sebagai destinasi wisata kuliner yang unik dan membanggakan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Wonosobo memiliki potensi kuliner yang luar biasa, dari makanan tradisional yang sarat sejarah hingga inovasi baru dari pelaku usaha muda.

Semua itu menjadi modal kuat untuk menjadikan Wonosobo sebagai ‘cagar kuliner”l’ daerah yang diakui hingga tingkat nasional.

“Semoga melalui festival ini, semangat berkolaborasi semakin tumbuh, kreativitas semakin berkembang, dan ekonomi masyarakat semakin bergerak,” tuturnya.

Festival Kuliner Legend ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tumbuhnya gerakan pelestarian kuliner lokal.

Lebih dari sekadar perayaan rasa, kegiatan ini mencerminkan cinta terhadap budaya dan jati diri Wonosobo.

Muharno Zarka