
Rektor Intiyas menegaskan, UKSW bangga melahirkan doktor yang tidak hanya menguasai teori, tetapi mewujudkannya sebagai keberpihakan pada masyarakat marjinal. Sebagai tokoh yang menjadi objek penelitian, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 2024-2029 Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi mendalam,
“Saya merasa dihormati bukan karena nama saya diteliti, tetapi karena masyarakat NTT mendapat ruang akademik untuk disuarakan. Kepemimpinan, bagi saya, adalah upaya mengubah cara berpikir agar kita tidak lagi miskin secara mentalitas,” ujar Gubernur NTT periode 2018-2023 ini. Ia mengakui bahwa pendekatan Pius Rengka memberikan perspektif kritis dan objektif tentang kebijakan publik di NTT.
Disertasi dengan Nilai Kebaruan Tinggi
Dekan FID Aldi Herindra Lasso, Ph.D., menegaskan bahwa penelitian Pius Rengka adalah contoh konkret bagaimana pendekatan interdisipliner menghasilkan pemahaman yang tajam dan kaya konteks. “Dr. Pius Rengka mengajarkan bahwa pembangunan harus dibaca bukan hanya melalui angka, tetapi melalui simbol, narasi, dan pergulatan hidup masyarakat. Inilah esensi studi pembangunan,” katanya.
Promotor Profesor Daniel Kameo, Ph.D., memuji disertasi ini sebagai karya akademik berkelas, kuat secara metodologi, kaya refleksi, sekaligus menawarkan teori baru, “Teori Kepemimpinan Musaik yang dirumuskan Dr. Pius Rengka adalah kontribusi signifikan bagi literatur kepemimpinan di Indonesia, lahir dari pengalaman empiris yang panjang, dikuatkan dengan refleksi kritis dan kerangka teoritis yang kokoh,” tuturnya. Profesor Daniel Kameo menegaskan bahwa kedalaman pengalaman Pius Rengka sebagai akademisi, politisi, dan jurnalis membuat penelitian ini memiliki keunikan yang sulit ditandingi.
Yudisium tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang berwibawa, dipimpin oleh Dekan Fakultas Interdisiplin (FId) Aldi Herindra Lasso, Ph.D. Proses ini ditopang oleh Promotor Profesor Daniel Kameo, Ph.D., bersama Ko-promotor Dr. Wilson M.A. Therik dan Profesor Intiyas Utami, serta diuji dengan ketajaman akademik oleh Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., Dr. Royke R. Siahainenia, dan Profesor Fredrik L. Benu, Ph.D., yang bersama-sama meneguhkan kualitas ilmiah disertasi tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Rektor ketiga UKSW Periode 1983-1993 Dr. (H.C.) Willi Toisuta, Ph.D., Guru Besar Hubungan Internasional (HI) Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang Profesor Aleks Jemadu, Ph.D., Anggota DPR RI Dr. Benny K. Harman, Anggota DPRD NTT Dr. Christ Mboeik., Komisaris Lippo Group Marcel Rengka, serta keluarga besar Dr. Pius Rengka.
Promosi Dr. Pius Rengka tidak hanya meneguhkan capaian akademik, tetapi juga memperkuat kontribusi UKSW terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (berkurangnya kesenjangan), dan SDG 16 (kelembagaan yang tangguh) melalui riset yang berpihak pada keadilan sosial dan transformasi masyarakat.
Ning S













