JEPARA (SUARABARU.ID) –Suasana di kompleks MTs Muhammadiyah Nalumsari terasa sejuk di bawah langit mendung Minggu (16/11=2025) . Ribuan warga mulai memadati area pembukaan Sepeda Santai Milad Muhammadiyah ke-113 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Nalumsari. Lebih dari 3.000 peserta—terdiri dari warga persyarikatan, simpatisan, hingga masyarakat umum—berbondong-bondong hadir dengan sepeda, sepeda motor, maupun mobil menuju Masjid Baitul Mutaqin Blimbingrejo, depan kampus MTs Muhammadiyah Nalumsari dan Ponpes Assyfa Blimbingrejo. Kemeriahan acara ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan milad dan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara semakin semarak dengan ratusan doorprize yang dibagikan kepada peserta. Sebanyak 110 hadiah disediakan panitia, termasuk enam unit sepeda gunung, satu mesin cuci, serta puluhan kipas angin yang menambah antusiasme peserta hingga acara berakhir. Ketua panitia milad, Taufiq Nugroho Noor, menegaskan bahwa kegiatan sepeda santai ini digelar tidak hanya untuk meramaikan milad, tetapi juga untuk kembali mengenang perjuangan para pendiri Muhammadiyah dan mengokohkan spirit dakwah yang menggembirakan.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kupon dan konsumsi habis, menandakan peserta mencapai sekitar tiga ribu orang. Ini bukti bahwa Muhammadiyah tetap dinanti umat,” ujar Eko Wahyudi, seksi acara milad. Menariknya, peserta tak hanya berasal dari warga Muhammadiyah. Banyak masyarakat umum, termasuk santri dari berbagai lembaga pendidikan sekitar, turut meramaikan kegiatan. Bahkan salah satu santri MI Ma’arif berhasil membawa pulang hadiah sepeda—menjadi simbol bahwa Muhammadiyah memberi tanpa berharap imbalan.
Kegiatan milad ini juga mempererat silaturahmi antar-ranting Muhammadiyah di PCM Nalumsari, seperti Blimbingrejo, Dorang, Nalumsari, Bendan Pete, Tunggul Pandean, serta ranting-ranting lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya pergerakan Muhammadiyah dari level akar rumput. “Ranting itu penting, cabang itu berkembang,” tegas Eny Fitriah, Ketua PCNA Nalumsari. Senada dengan itu, Enayanti, guru TK ABA 9 Jepara, menyampaikan harapan agar milad tahun depan semakin meriah dengan penampilan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Keberhasilan acara ini sekaligus mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Nalumsari. Lembaga pendidikan seperti MTs Muhammadiyah Nalumsari, Ponpes Assyfa Blimbingrejo, SD Muhammadiyah Blimbingrejo, serta madrasah diniyah di masing-masing ranting terus menjadi pilihan masyarakat karena kualitas pendidikannya.
Ketua PCM Nalumsari, K.H. Badrudin Noor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan acara, mulai dari PKU Muhammadiyah Mayong, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), DPD PAN Jepara, PCA dan PCNA Nalumsari, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (PM dan Kokam Cabang Nalumsari), serta seluruh warga yang bekerja dengan penuh keikhlasan dan kegembiraan. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada jajaran pemerintahan dan keamanan—Camat Nalumsari melalui Sekcam Arief Widodo, Polsek Nalumsari, dan Koramil Mayong—atas dukungan dan pengamanan yang kondusif.

Panitia berharap peringatan milad di tahun-tahun mendatang dapat digelar dengan lebih baik, lebih tertata, dan menawarkan hadiah yang semakin menarik. Yang terpenting, dakwah Muhammadiyah di Nalumsari diharapkan terus tumbuh, semakin diterima masyarakat, serta memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Dengan mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Milad Muhammadiyah ke-113 ini diyakini menjadi momentum untuk meneguhkan peran Muhammadiyah sebagai cahaya di ujung timur Kabupaten Jepara. “Tingkatkan profesionalisme di bidang masing-masing, lanjutkan pengabdian kepada masyarakat melalui Persyarikatan, dan jadilah kader umat serta kader bangsa,” pesan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.
Hadepe – Taufiq Nugroho N., M.Pd.











