blank
Sambutan Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami dalam gelaran Welcoming Party 2025. Foto: UKSW

Sementara puncak euforia benar-benar mencapai klimaks saat The Changcuters naik ke panggung. Vokalis Tria Ramadhani langsung menyapa dengan gaya khasnya, “Selamat malam UKSW! Ini padahal hujan loh, tapi rame banget di sini! Kalian memang beda!” teriak vokalis band yang menggambarkan gaya musik campuran rock, garage rock, punk revival, indie pop, dan blues rock ini.

Mereka membawakan deretan lagu andalan seperti Racun, I Love You Bibeh, Gila-Gilaan hingga Main Serong yang dinyanyikan bersama ribuan suara mahasiswa. Energi The Changcuters yang eksplosif berpadu dengan semangat penonton menciptakan gelombang kebersamaan yang membahana hingga larut malam.

“UKSW keren! Malam ini adalah pesta penyambutan untuk kalian semua. Terima kasih Rektor dan pimpinan UKSW, serta panitia OMB! Kalian memang luar biasa,” kata Tria.

Simbol Suara dan Kebenaran

Koordinator Kegiatan Welcoming Party, Mekhania Be’es menjelaskan, bahwa konser ini bukan sekadar pesta musik, melainkan ruang ekspresi kolektif mahasiswa UKSW. “Sebagai bagian dari semangat OMB UKSW 2025, Gema Satya menjadi momen puncak perayaan yang tidak hanya menyambut mahasiswa baru, tetapi juga menjadi medium untuk menyuarakan nilai, keresahan, harapan, dan kreativitas mereka,” jelasnya.

Kata Gema, menurutnya, melambangkan suara-suara baru mahasiswa yang mulai mengaung di lingkungan kampus, membawa semangat dan potensi besar untuk masa depan. Sedangkan Satya yang berarti kebenaran adalah identitas UKSW yang mengakar kuat, menyatukan keberagaman dalam semangat yang sama.

Bagi mahasiswa baru, malam itu bukan sekadar hiburan melainkan penanda awal perjalanan baru. Jason Raphael Tarigan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Crowd Choir. “Senang banget bisa tampil, bisa dapat banyak teman, nyanyi bareng, dan mempersembahkan sesuatu untuk teman-teman,” ujarnya.

Sementara Debora Kerenhapukh Ginupit dari Fakultas Psikologi mengaku tak bisa melupakan momen hujan yang justru menambah keseruan. “Meskipun hujan, seru banget. Rasanya gak mau pulang karena betah banget sama acaranya,” katanya mahasiswa asal Cimahi ini sambil tersenyum.

Dari Madiun, Agieniel Sesya Arvieno menambahkan, “Bangga banget jadi bagian UKSW. Seru sih bisa hujan-hujanan sambil menikmati acara. Semoga bisa membanggakan UKSW lewat perjalanan kuliah nanti,” pungkasnya.

Hadir dalam kemeriahan Welcoming Party 2025 UKSW, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Drs. Boh. Pramusinta, M.Kes., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga.

Kegiatan Gema Satay 2025 selaras dengan Tujuan berkelanjutan (SDGs) ke-4 Pendidikan Berkualitas dan poin 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden ke-7, yakni mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, berkarakter, produktif, dan berdaya saing global, pelaksanaan OMB UKSW menjadi ruang strategis pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa baru, meneguhkan komitmen UKSW melahirkan generasi muda yang tangguh, inklusif, dan berdampak bagi dunia.

Ning S