blank
Tri Karjono dan Erlinda, Supervisor BPS Provinsi Jawa Tengah saat mendampingi penanggungjawab kegiatan BPS Kabupaten Pemalang, di salah satu SPPG di Randudongkal. Foto: Dok/BPS

PEMALANG (SUARABARU.ID) – Untuk keperluan monitoring dan evaluasi program Makan Bergisi Gratis (MBG), Badan Pusat Statistik BPS kembali melaksanakan survei pada awal hingga pertengahan bulan November 2025.

Tak terkecuali BPS Kabupaten Pemalang. Survei ini merupakan yang kedua sejak pelaksanaan program MBG di awal tahun. Sebelumnya survei yang sama telah dilaksanakan BPS pada bulan Juni dan Juli yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Teguh Iman Santoso, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, saat menerima kehadiran supervisor survei MBG BPS Provinsi Jawa Tengah, Tri Karjono dan Erlinda, Selasa (11/11/2025).

“Pada survei bulan November di Kabupaten Pemalang, ada 11 responden sampel SPPG tersebar di enam kecamatan berikut 35 supliernya yang berasal hingga lintas kabupaten, dua sekolah dan 10 siswa untuk survei khusus. Sedangkan sampel survei baseline ada sebanyak 90 rumah tangga. Semua pelaksanaan survei ini sesuai jadwal harus selesai pada Jumat (14/11),” ungkapnya.

Teguh menjelaskan, survei ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu survei khusus dan survei baseline. Survei khusus dilaksanakan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), suplaier SPPG, sekolah dan siswa.

“Survei ini digunakan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan program MBG mulai dari suplaier bahan makanan, hingga bagaimana makanan sampai dikonsumsi siswa dan kecenderungannya mempengaruhi pengeluaran dan perilaku konsumsi keluarganya,” katanya.

Sementara kelompok kedua adalah survei baseline dengan responden rumah tangga yang anaknya menjadi penerima manfaat MBG. Survei baseline digunakan untuk memperoleh gambaran, sejauh mana program MBG ini memberi dampak pada kondisi sosial ekonomi rumahtangga siswa.

Sementara itu Tri Karjono, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah mengatakan, pengawalan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan survei dapat berjalan dengan lancar dan petugas melaksanakan pendataan dengan benar sesuai SOP yang telah ditetapkan.

“Kegiatan ini harus selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan untuk segera ditabulasi dan diketahui hasilnya. Selanjutnya dianalisa, dilakukan evaluasi, dan apa tindak lanjut yang perlu dilakukan pengambil kebijakan,” tuturnya.

Melalui supervisi ini diharapkan informasi yang disampaikan responden adalah sebenar-benarnya sesuai kondisi yang dialami, dirasakan dan diharapkannya. Supervisi tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Pemalang, tetapi dilakukan oleh BPS Provinsi Jawa Tengah di seluruh kabupaten/kota selama jadwal survei berlangsung.

Ning S