JAKARTA ( SUARABARU. ID)– Langkah strategis dalam memperkuat kompetensi profesional Teknisi Pelayanan Darah (TPD) secara nasional kembali ditegaskan. Bertempat di Kantor Konsil Kesehatan Indonesia, Jl. Hang Jebat Blok F3 Kebayoran Baru Jakarta, Sabtu (8 November 2025), telah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MOU) antara Perkumpulan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia (PTPDI) dan Kolegium Teknisi Pelayanan Darah.
Ketua Kolegium Teknisi Pelayanan Darah, Francisca Romana Sri Supadmi, A.Md.Kes., S.KM., M.Sc., menyampaikan bahwa MOU ini merupakan tonggak penting dalam langkah penguatan tata kelola dan standardisasi kompetensi profesi TPD di seluruh Indonesia. “MOU ini menjadi pondasi bersama untuk menjaga kualitas, meningkatkan kapasitas, dan memastikan tenaga kesehatan TPD tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi pelayanan darah,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua PTPDI, Puguh Prasetya, A.Md.Kes., S.Pd. Ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu pelayanan darah saat ini bergerak sangat cepat, sehingga perlu kolaborasi kelembagaan yang kuat untuk memastikan para TPD memiliki standar kemampuan yang sama. “MOU ini menjadi bukti komitmen bersama bahwa PTPDI dan Kolegium siap bergerak untuk maju, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan pemenuhan standar kompetensi secara berkelanjutan,” tegas Puguh.

Peserta dari Jepara Jawa Tengah Asrori tiba di Sekretariat KKI bersama dengan peserta yang lain dari berbagai daerah di Indonesia. Foto Dok Asrori
Penandatanganan MOU ini dilakukan bersamaan dalam rangkaian kegiatan Workshop Strategi Peningkatan Kualitas Tata Laksana Rujukan pada Kasus Inkompatibilitas di Pelayanan Darah. Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan para TPD dalam menangani kasus inkompatibilitas langsung di Unit Pelayanan Darah masing-masing daerah. “Ketika TPD memahami alur klinis, teknis, risiko dan penanganan inkompatibilitas dengan tepat, pasien dapat ditangani lebih aman dan tidak harus selalu dirujuk keluar daerah,” ujar salah satu narasumber, Cahyo Apriyanto, A.Md.Kes.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta perwakilan tenaga Teknisi Pelayanan Darah dari rumah sakit di DKI Jakarta. Salah satu peserta dari Jepara, Jawa Tengah, Asrori menyampaikan bahwa MOU dan workshop ini memberikan dampak besar terhadap peningkatan wawasan serta penguatan peran TPD dalam hilirisasi pelayanan darah di daerah. “Ini bukan hanya meningkatkan kompetensi, tapi membuka kesadaran bahwa peran TPD sangat strategis dalam keselamatan pasien dan kemandirian pelayanan darah di daerah,” ungkapnya.
Melalui MOU ini, PTPDI dan Kolegium menyatakan siap memperkuat sinergi, mengawal peningkatan kompetensi TPD di Indonesia, dan memastikan pelayanan darah nasional semakin berkualitas, profesional, dan berkesinambungan.
Hadepe – Asrori













