blank

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Wonosobo dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini disebabkan keterlambatan pasokan solar bersubsidi yang berdampak pada terbatasnya distribusi di beberapa titik layanan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean mengular di SPBU Ngasinan, Krasak, dan Selokromo. Di SPBU Krasak, antrean bahkan mencapai lebih dari satu jam.

Beberapa SPBU seperti Gontor Sidojoyo dan Siyono Kertek dilaporkan mengalami kekosongan stok solar sejak awal pekan ini. Pembeli pun banyak yang kecele karena stok solar kosong.

Menurut Nabil, staf SPBU Gontor Sidojoyo, keterlambatan pengiriman menjadi penyebab utama antrean. Kiriman solar terlambat tidak sesuai dengan distribusi seperti biasanya.

“Tidak ada kelangkaan solar, hanya keterlambatan pengiriman dari distributor. Hal itu menyebabkan pembeli solar di SPBU harus rela antri. Pembeli banyak tapi stok solar terbatas,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Namun, salah satu pegawai di lokasi yang sama mengungkapkan bahwa sejak awal bulan November 2025 stok solar kerap kosong. Sehingga SPBU tidak bisa melayani pembelian solar dari pelanggan.

Sementara itu, Heri, staf SPBU Ngasinan, Wonosobo menyebut kondisi seperti ini lumrah terjadi menjelang akhir tahun 2025. Setiap menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya pengiriman solar sering terlambat karena kerap terjadi kemacetan distribusi.

Kuota Menipis

blank
Salah satu staf SPBU di Wonosobo Heri, mengungkapkan tiap akhir tahun acap terjadi kelangkaan solar. Foto : SB/Muharno Zarka

“Kuota semakin menipis karena mendekati akhir tahun. Sekarang hanya 5.300 liter per hari agar stok yang ada masih aman hingga akhir tahun nanti,” katanya.

Dia menambahkan, pengiriman kini tidak bisa dilakukan setiap hari akibat keterbatasan pasokan. Maka wajar jika beberapa SPBU kehabisan stok solar dan tidak bisa melayani pembeli secara normal.

Hal senada disampaikan Sukur, staf SPBU Siyono Kertek. Menurutnya, jatah 8.000 liter solar cepat habis karena banyak pembeli dari SPBU lain yang kehabisan stok.

Kabid Perdagangan Disperdagkop UKM Kabupaten Wonosobo, Wahyu, membenarkan adanya penyesuaian kuota tahunan yang membuat suplai semakin terbatas di penghujung tahun.

“Setiap SPBU memiliki kuota dalam satu tahun. Karena itu, di akhir tahun antrean panjang memang sering terjadi,” ungkapnya.

Salah satu pembeli, Bangun, mengaku harus menunggu lebih dari satu jam di SPBU Krasak untuk mendapatkan solar. “Sekitar pukul 12.00 ke atas, antrean didominasi truk dan mobil sayur,” tuturnya.

Kondisi antrean solar di Wonosobo diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama jika pengiriman belum kembali normal.

Pemkab Wonosobo diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi solar berjalan lancar menjelang akhir tahun.

Muharno Zarka