blank
Kepala BNPB Suharyanto dan Bupati Kebumen Lilis Nuryani serta Wakil Bupati Zaeni Miftah memotong pita di atas Jembatan Weton Kulon, Kecamatan Puring, Selasa 4/11.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)  – Setelah lebih dari tiga tahun terputus akibat dilanda bencana banjir, Jembatan Weton Kulon yang menghubungkan Kecamatan Puring dan Kecamatan Buayan di Kebumen akhirnya diresmikan.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM meresmikan langsung jembatan baru senilai Rp15,25 miliar tersebut  didampingi Bupati Kebume Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah. Selasa (4/11)  2025.

Jembatan Weton Kulon beroperasi sejak 2010 dengan panjang 60 meter dan lebar 4 meter. Merupakan akses vital bagi warga di Ke buem selatan.

Musibah terjadi pada Selasa 15 Maret 2022 sekitar Pukul 09.10, ketika jembatan di Desa Weton Kulon tersebut terputus setelah diterjang derasnya arus Sungai Telomoyo.

Akibat kerusakan ini, aktivitas warga antar-desa lumpuh. Memaksa mereka memutar rute sejauh kurang lebih 5 kilometer. Sebagai solusi darurat, masyarakat setempat berulang kali membangun jembatan darurat dari bambu. Namun tidak bertahan lama karena diterjang arus sungai yang debitnya cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Kebumen di era Bupati Arif Sugiyanto kemudian mengusulkan Bantuan Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Upaya Pemkab Kebumen membuahkan hasil.

Setelah berproses lebih dari dua tahun, pada 30 November 2024, melalui Surat Penetapan Pemberian Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Nomor S-35/ MK.7/2024, Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi menerima alokasi dana hibah dari pemerintah pusat senilai Rp 15,25 miliar. Dana tersebut ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah pada 31 Desember 2024.

Sebagai persiapan, pada awal Maret 2025 di bulan Ramadan, sekitar dua minggu setelah dilantik, Bupati Kebumen Lilis Nuryani langsung  mengunjungi lokasi untuk monitoring dan persiapan pembangunan/rekonstruksi.

Pekerjaan fisik rekonstruksi Jembatan Weton Kulon dengan nilai kontrak Rp 14,84 miliar dimulai pada 25 Maret 2025. Pembangunan jembatan baru sepanjang 70 meter dengan lebar 7 meter ini menggunakan konstruksi yang lebih tahan terhadap banjir.  Dengan rangka baja tanpa tiang penyangga di tengah sungai dan pondasi yang diperkuat di kedua sisi.

blank
Kepala BNPB Suharyanto bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Mftah berjalan di atas Jembatan Weton Kulon, Puring Selasa 4/11.(Foto:SB/Kominfo)

Semula jangka waktu pengerjaan  direncanakan selama 245 hari kalender hingga 8 Desember 2025. Namun pekerjaan rekonstruksi berhasil diselesaikan lebih cepat. Tepatnya pada 16 Oktober 2025. Percepatan pelaksanaan ini mencapai 55 hari kalender dari jadwal semula.

Kepala BNPB Suharyanto langsung meresmikan jembatan yang pengerjaannya lebih cepat itu pada Selasa (4/11) 2025. Kedatangan Kepala BNPB bersama jajarannya disambut oleh Bupati Lilis Nuryani, Wakil Bupati  Zaeni Miftah, Forkompimda, Sekda, Asisten, pimpinan OPD, dan masyarakat sekitar.

Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya megungkapkan, putusnya jembatan tersebut berpengaruh pada ekonomi dan menyulitkan aktivitas warga. Termasuk anak sekolah dan dan masyarakat hingga akses ambulans.

“Jembatan ini menjadi nadi kehidupan warga dua desa, yakni Weton Kulon dan Pesuruhan Puring,”ujar Bupati Lilis Nuryani.

Bupati juga menggarisbawahi Kebumen sebagai daerah yang indah Namun rawan bencana. Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen terus menyiapkan langkah lanjutan di bidang kebencanaan. Termasuk usulan pembangunan Jembatan Cacaban, Jembatan Kalongbali, dan Jembatan Sirnoboyo. Ia berharap sinergi antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Kebumen dapat terus terjalin.

“Dukungan dan pendampingan BNPB selama ini menjadi wujud nyata kolaborasi yang membangun kepercayaan masyarakat bahwa upaya penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama, dan negara hadir melalui kerja yang saling menguatkan,”tandasnya.

Sementara itu Kepala BNPB Suharyanto menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital di Kebumen.

Bahkan Kepala BNPB  secara khusus menanggapi usulan Bupati Lilis Nuryani mengenai tiga jembatan lain yang masih membutuhkan perbaikan, yaitu Jembatan Cacaban, Jembatan Kalongbali, dan Jembatan Sirnoboyo.

“Saya membawa pejabat utama BNPB. Nanti setelah ini silakan koordinasikan apa yang disampaikan, apa yang menjadi permintaan Bupati Kebumen Lilis Nuryani,” ujar Suharyanto.

Kepala BNPB itu juga  mendorong Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk segera menindaklanjuti usulan tersebut agar dapat diproses melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Jadi, kalau tadi ada tiga jembatan, segera ajukan untuk diperbaiki melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi,”tambah Suharyanto dengan dana serius.

Menurut Kepala BNPB, setelah ini akan ada tim yang akan menyusun perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB),  kemudian diajukan ke BNPB. Dari BNPB akan menelaah dan jika semuanya memenuhi syarat  akan meneruskan ke Pemerintah Pusat.”Artinya dari kami siap dan membuka diri,”tegas Kepala BNPB.

Acara peresmian ditutup  pemotongan tumpeng dan penyerahan cenderamata dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita di Jembatan Weton Kulon oleh Kepala BNPB dan Bupati Lilis Nuryani.

Komper Wardopo