JAKARTA (SUARABARU.ID) – Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada gelaran Festival Dalang Anak Nasional (FDAN) Tahun 2025, Kontingen Dalang Pepadi Jawa Tengah berhasil meraih gelar juara umum. Event bergengsi di Tanah Air ini, dilaksanakan di Halaman Gedung Pewayangan Kautaman, Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
”Ini prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan. Apalagi, salah satu yang menjadi tulang punggung sukses Jateng di tingkat nasional itu, adalah ikut tampilnya dalang anak dari Kabupaten Wonogiri, yang meraih juara pertama di kelompok B,” tegas Ketua Pepadi Kabupaten Wonogiri, Ki Eko Sunarsono SSn, Kamis (6/11/25).
Siapa gerangan dalang dari Kabupaten Wonogiri tersebut ? Dia adalah Respati Listyatmoko (12). Siswa SMP Pangiduluhur, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Putra Dalang Ki Bagong Yunioko-Sulistayningsih ini, saat memenangi juara 1 tingkat nasional, membawakan pakeliran wayang kulit Gagrak Surakarta dengan Lakon Prabakusuna Labuh.
Ada sebanyak 28 dalang cilik yang datang dari 9 provinsi di Tanah Air, ambil bagian dalam gelaran bergengsi di Indonesia tersebut. Pepadi Provinsi Jateng, mengirimkan sebanyak 5 dalang untuk maju bertanding di festival tingkat nasional tersebut. Panca dalang Jateng, mengikuti penilaian di kategori A (usia maksimal 11 tahun) dan kategori B (usia 12-15 tahun).
Mumpuni
Dari lima 5 dalang yang membawa bendera kontingen Jateng, seluruhnya sukses memboyong prestasi kejuaraan. Untuk Kategori A, dalang cilik asal Kota Semarang Danendra Dananjaya Djuanda berhasil meraih juara pertama, disusul Kenzie Lintang Trenggono dari Salatiga, Kabupaten Semarang, yang menduduki peringkat kelima.
Sementara di Kategori B, Respati Listyatmoko dari Kabupaten Wonogiri, meraih juara pertama. Muhammad Amin Al Basri asal Kabupaten Rembang, memenangi di juara ketiga. Kemudian Syafathur Dwi Aprian dari Kabupaten Cilacap, berhasil menyabet gelar Dalang Mumpuni, yang menjadi lambang supremasi predikat tertinggi dalam FDAN tersebut.

Mumpuni artinya mampu melaksanakan tugas dengan baik. Ini didukung karena mempunyai keahlian, kecakapan dan ketrampilan yang tinggi di bidangnya. Yakni cakap dan mahir dalam mengaplikasikan ilmunya (mendalang) secara mandiri, tanpa bergantung lagi pada bantuan orang lain. Seseorang yang menyandang predikat mumpuni, biasanya memiliki sikap dan integritas yang baik untuk menunjang kemampuannya.
Tropi kejuaraan, piagam dan uang pembinaan untuk kontingen peraih juara umum FDAN Tahun 2025, dalam hal ini Pepadi Provinsi Jateng, diterimakan oleh Menko PMK-RI Pratikno. Seperti pernah diberitakan, FDAN Tahun 2025 tersebut berlangsung Senin Tanggal 3 sampai dengan Rabu Tanggal 5 Nopember 2025.
Tampil sebagai tim juri, Jaka Rianto SKar MHum, Drs Surwedi, Asep AS Hudaya SSos, Yanusa Nugroho SS dan Catur Kuncoro. Hasil penilaian tim juri, kemudian dibakukan dalam Surat Keputusan (SK) dengan diketahui Ketua Umum Pepadi Pusat, Ir H Tumiyono MBA. Yakni mengukuhkan para peraih juara sebagai berikut: Untuk Kelompok-A (usia maksimal 11 tahun), Juara 1 Danendra Dananjaya Djuanda (Jateng) yang membawakan Lakon Gatotkaca Jedhi dalam wayang kulit gagrak Surakarta.
Juara 2 diraih oleh Alif Khaidar Khoir dari Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang menyajikan pagelaran wayang golek Purwa, dengan membawakan Lakon Kumbakarna Gugur. Juara 3 diraih Pasa Raskha Syailendra (Jatim) yang mendalang wayang kulit gagrak Jawatimuran dengan Lakon Jabang Tetuka. Juara Harapan 1 dimenangi oleh Theodore Ishak Hinca (DKI Jakarta), yang menyajikan pagelaran wayang golek purwa Lakon Rahwana Pejah (Gugur). Juara Harapan 2 diraih oleh Kenzie Lintang Trenggono (Jateng), dengan menyajikan Lakon Lahire Wisanggeni dalam pagelaran wayang kulit Gagrak Surakarta.(Bambang Pur)













