blank
Tim SAR Gabungan Kabupaten Wonogiri tengah mempersiapkan peralatan untuk mengevakuasi korban kecebur sumur, memakai teknik vertical rescue.(Dok.BPBD Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan, Jumat (31/10/25), mengevakuasi korban kecebur sumur. Lokasinya di Dusun Bulakrejo, Desa Gunugsari, Kecamatan Jatisrono (sekitar 30 Kilometer arah timur dari Ibukota Kabupaten Wonogiri.

Ketua SAR Wonogiri AKP Setiyono dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, evakuasi melibatkan pula aparat dari BPBD dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri. Juga dari personel Polsek dan Koramil serta petugas medis dari Puskesmas Jatisrono, berikut Perangkat Desa Gunungsari.

Evakuasi korban dari dasar sumur berkedalaman sekitar 20 Meter (M) ini, dilakukan dengan teknik vertical rescue, yakni memakai peralatan satu set tali-temali untuk melakukan vertical rescue, dan kelengkapan SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau alat pernapasan bawah air.

Relawan SAR yang melakukan penanganan, terdiri atas Eko Bandeng, Agus Setiawan, Agus Dipo, Tjio Michael Kurniawan, Ridwan Markawadi, Faris Kurniawan, Purwanto Sendang dan Agung. Kemudian personel dari BPBD Wonogiri terdiri atas Wiyanto dan Habib, dan melibatkan pula personel fire fighter dari Damkar Markas Induk Wonogiri. Berikut aparat dari Polsek dan Koramil serta Puskemas-1 Jatisrono, Perangkat Desa Gunungsari dan warga masyarakat.

Tim SAR Gabungan, berhasil mengangkat jenazah korban dari dasar sumur. Korban dikenali seorang perempuan berinisial Ny EP (42) warga Dusun Bulakrejo, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Pamit Wudhu

Usai dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis dari Puskesmas Jatisrono, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga dengan disaksikan Perangkat Desa, untuk dilakukan pemakaman. Hasil pemeriksaan, tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah ke tindak kriminal.

Kronologis kejadiannya, diawali ketika dinihari korban pamit akan wudhu dengan air sumur yang berada di sisi belakang samping rumah. Tapi selang 30 menit tidak kunjung kembali. Ayah korban, SW, curiga dan mengecek ke sumur, tapi hanya menemukan sepasang sandal korban. Papan penutup lubang atas sumur, sudah dalam keadaan terbuka.

Betapa kagetnya, saat melongok ke dalam liang sumur gali tersebut, menemukan korban berada di dasar sumur. Serta merta dia berteriak minta pertolongan, dan datanglah suami korban bersama tetangga serta Ketua RT-RW dan Perangkat Desa.

Kejadian maut ini segera dilaporkan ke Polsek Jatisrono. Kapolsek Jatisrono AKP Yatno bersama anggota, segera mendatangi ke lokasi. Setelah dipastikan korban berada di dasar sumur, segera mengontak SAR Wonogiri untuk meminta bantuan melakukan evakuasi.

Penyebab korban kecebur sumur, masih dalam penyelidikan petugas. Tapi dari pihak keluarga, petugas mendapatkan informasi bahwa korban memiliki riwayat pernah menderita depresi.(Bambang Pur)