blank
Akibat jalan amblas kendaraan sulit melintas di jalan Lamuk-Kaliwiro Wonosobo. Foto : SB/dok Tim SAR Kaliwiro

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Tanah bergerak terjadi di jalan Lamuk-Kaliwiro Wonosobo, tepatnya di jalan raya daerah Reban Lamuk Kaliwiro. Tanah bergerak disebabkan hujan deras yang mengguyur daerah tersebut beberapa hari terakhir ini.

Koordinator SAR Kaliwiro Habib, Rabu (29/10/2025), melaporkan tanah bergerak terjadi sejak Jum’at, 24 Oktober 2025 lalu dan hingga kini masih terus terjadi. Pergerakan tanah berlangsung setiap hari utamanya ketika hujan turun dan intensitas hujan tinggi.

“Akibat jalan utama Lamuk-Kaliwiro amblas dan tanah terus bergerak, mobil roda 4 pun sulit melintas. Warga setempat sudah berupaya mengalihkan jalan di sebelahnya menggunakan tanah milik warga namun jalan amblas lagi,” terangnya.

Bahkan, dilaporkan Habib, kondisi jalan tinggal tersisa separuh. Jalan dalam posisi miring dan rusak parah. Secara bertahap tanah masih terus bergerak. Kendaraan muatan barang pun kesulitan melintas di jalan tersebut.

“Pengguna jalan menggalami kesulitan untuk melintas di jalan utama tersebut. Karena jalan mengalami rusak berat. Posisi tanah miring dan sangat sulit dilewati kendaraan roda 4. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati,” katanya.

Menurut Habib, di jalan yang longsor dan amblas akibat dampak dari tanah bergerak sebenarnya sudah sempat dilakukan perbaikan dengan pondasi bronjong dan timbunan pasir dan batu pada November 2024 lalu.

Jalur Utama

blank
Akibat jalan amblas kendaraan sulit melintas di jalan Lamuk-Kaliwiro Wonosobo. Foto : SB/dok Tim SAR Kaliwiro

“Namun bersamaan dengan intensitas hujan tinggi dan kerap mengguyur wilayah tersebut, jalan kembali amblas dan longsor. Pondasi dan bronjong yang telah dibangun tak mampu menahan dan menopang dampak tanah bergerak,” paparnya.

Pada musim hujan yang tak kunjung usai seperti saat ini, pergerakan tanah pun terus terjadi. Setiap saat terpantau pergerakan tanah terjadi secara signifikan. Akibatnya jalan alternatif di sebelah jalan utama juga mengalami pergerakan dan amblas lagi.

Kapolsek Kaliwiro AKP Susiyono, SH menambahkan di musim hujan saat ini tanah kembali bergerak. Separuh jalan pengganti yang memanfaatkan tanah milik warga juga amblas dan pengguna jalan sulit melewati jalur tersebut.

“Jalan tersebut merupakan jalan akses satu-satunya bagi warga setempat untuk menuju ke kota Kecamatan Kaliwiro. Tidak ada jalan alternatif yang bisa dilewati. Warga sangat kerepotan atas kerusakan jalan tersebut,” terangnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar lebih waspada dan hati-hati. Mengingat pergerakan tanah masih terus terjadi dan curah hujan masih tinggi. Kini di TKP juga telah dibuat rambu-rambu peringatan tanah bergerak.

“Tidak adanya penerangan jalan di lokasi tersebut di malam hari, kami minta pengguna jalan harus tetap waspada. Jangan sampai terjadi kecelakaan. Warga setempat berupaya melakukan rekayasa dengan gotong royong membuka jalan baru,” tandasnya.

Muharno Zarka