GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan, Mohamad Sumarsono, secara resmi membuka kegiatan Olimpiade PMR Mula tingkat SD/MI se-Kabupaten Grobogan yang diselenggarakan di SMP Kristen Widya Wacana Purwodadi, Selasa (28/10/2025).
Di momen bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu, sebanyak 266 peserta dari 38 tim PMR Mula mengutus enam anggota dan satu Pembina sebagai wakil sekolah ke Olimpiade PMR Mula tingkat SD/MI tersebut.
Menurut Sumarsono, Olimpiade ini digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum pembinaan PMR Mula di unit-unit sekolah, sekaligus memberi wadah bagi siswa untuk menanamkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepalangmerahan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berpedoman pada Tri Bakti PMR.
BACA JUGA : Pendaki yang Hilang di Gunung Muria Berhasil Dievakuasi Selamat Setelah Terjatuh di Jurang
“Hari ini kita berkumpul untuk Olimpiade PMR Mula se-Kabupaten Grobogan yang bisa menjadi sarana melihat seberapa jauh kurikulum pembinaan PMR Mula dilaksanakan di sekolah-sekolah,” kata Sumarsono.
Ketua PMI Kabupaten Grobogan melanjutkan bahwa dalam pelaksanaan kali ini pihaknya menetapkan tiga jenis lomba utama: Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Kedaruratan (PK), dan Poster ASB (Ayo Siaga Bencana).
“Kami memilih tiga cabang lomba: Pertolongan Pertama, Perawatan Kedaruratan, dan Poster ASB. Ini agar peserta memiliki persepsi kesiapsiagaan bencana dan mengenal dampak-dampak yang bisa muncul,” ujarnya.
Pertimbangan dipilihnya tema kebencanaan terkait dengan kondisi cuaca saat ini yang memasuki musim hujan, sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan nyata.
Lebih jauh, Sumarsono mengingatkan agar para peserta tidak merasa terbebani oleh kompetisi. Yang terpenting, menurutnya, adalah menjaga sportivitas dan mengutamakan kejujuran.
“Saya berharap para peserta tidak perlu merasa terbebani, jadikan lomba ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik, dan dapat saling bertukar pengalaman antar peserta. Junjung tinggi sportivitas, jangan berbuat curang selama perlombaan berlangsung,” tegasnya.
Dia pun menekankan agar seluruh pengurus PMI maupun pembina PMR selalu berpegang pada Tujuh Prinsip Dasar Kepalangmerahan: Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan dan Kesemestaan.
Berikut adalah daftar pemenang lomba dalam Olimpiade PMR Mula PMI Kabupaten Grobogan Tahun 2025:
Juara Pertolongan Pertama (PP):
SD Negeri 4 Karangrayung – Juara 1
SD Negeri 2 Temurejo – Juara 2
MIS Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir – Juara 3
MI Miftahul Khoirot Sidorejo – Juara Harapan 1
SD Integral Purwodadi – Juara Harapan 2
SD Negeri 2 Brabo – Juara Harapan 3
Juara Perawatan Kedaruratan (PK):
SD Negeri 4 Purwodadi – Juara 1
SD Negeri 2 Temurejo – Juara 2
SD Negeri 1 Sindurejo – Juara 3
SD Negeri 1 Suru – Juara Harapan 1
MIS Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir – Juara Harapan 2
SD Negeri 12 Purwodadi – Juara Harapan 3
Juara Poster ASB (Ayo Siaga Bencana):
SD Negeri 4 Purwodadi – Juara 1
MI Miftahul Khoirot Sidorejo – Juara 2
SD Negeri 2 Temurejo – Juara 3
SD Negeri 12 Purwodadi – Juara Harapan 1
SD Negeri 1 Pakis – Juara Harapan 2
SD Negeri Ringinharjo – Juara Harapan 3
Acara tersebut dihadiri oleh dewan juri dari PMI Provinsi Jawa Tengah, jajaran pengurus PMI Kabupaten Grobogan, Kepala Sekolah SMP Kristen Widya Wacana Purwodadi, panitia Olimpiade PMR Mula 2025, peserta lomba serta tamu undangan lainnya.
Sumarsono menilai bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapasitas generasi muda sekolah dalam bidang kepalangmerahan dan kesiapsiagaan bencana.
Dia menambahkan bahwa melalui pengalaman mengikuti lomba, peserta akan semakin termotivasi untuk memperkuat diri, memperdalam pemahaman tentang pertolongan pertama, perawatan keadaan darurat.
Selain itu juga menumbuhkan kreativitas dalam kampanye siaga bencana melalui poster.
Sumarsono juga mengungkapkan harapan agar sekolah-sekolah yang telah berhasil meraih prestasi dapat menjadi contoh bagi sekolah-lainnya dan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembinaan PMR Mula di unitnya masing-masing.
“Sekolah yang berhasil hari ini, jadikan pencapaian sebagai awal untuk terus berkarya dan berbagi pengalaman kepada sekolah lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA : KAI Daop 4 Semarang Normalisasi Jalur Imbas Genangan Air, Perjalanan KA Kedungsepur Dibatalkan
Sebagai catatan, lomba ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pembina dan tim PMR Mula dari berbagai sekolah, sehingga mereka dapat bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan memperkuat kerja sama lintas sekolah dalam kegiatan kepalangmerahan.
Lebih lanjut, kegiatan semacam ini diharapkan turut mendukung visi dan misi PMI Kabupaten Grobogan dalam membina generasi muda yang berjiwa kemanusiaan, tanggap terhadap bencana, dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dengan terselenggaranya Olimpiade PMR Mula ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap bahwa pembinaan PMR Mula tidak hanya berhenti di kegiatan lomba, tetapi terus berlanjut dalam program sekolah dan komunitas agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat luas,” pungkas Sumarsono.
TYA WIDYA













