GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa 21 Oktober 2025, berdampak adanya bencana banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat setidaknya 21 desa di 11 kecamatan terdampak oleh air luapan beberapa sungai utama.

Tingginya curah hujan menjadi pemicu utama karena menyebabkan sungai-sungai seperti Serang, Renggong, Tuntang, dan Jajar meluap.

BACA JUGA : Satgas Pangan dan Polres Kudus Razia Harga Beras! Begini Hasil Temuan di Lapangan

Akibat meningkatnya debit air, dua titik tanggul jebol dan membawa air ke permukiman serta lahan pertanian.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, menyatakan bahwa tanggul jebol berada di wilayah Rowosari, Kecamatan Gubug, serta Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong.

“Kami segera bergerak melakukan penanganan serta koordinasi dengan lintas instansi,” jelas Wahju Tri Darmawanto.

Genangan tidak hanya menyerang perumahan — jalan desa dan sawah di Kecamatan Geyer, Tanggungharjo, Tegowanu hingga Kedungjati turut kebanjiran.

Di salah satu dusun di Kecamatan Geyer, 25 rumah warga terendam air dengan ketinggian antara 20 hingga 100 centimeter.

Jalan desa sempat putus akibat genangan, namun pada Kamis pagi air mulai surut dan warga memulai pembersihan sisa lumpur.

Di Kecamatan Tanggungharjo dan Tegowanu, luapan Sungai Renggong menggenangi puluhan rumah. Di Desa Mangunsari, air mencapai ketinggian hingga 70 centimeter di permukiman.

Sementara itu, Kecamatan Purwodadi dan Penawangan menjadi wilayah paling parah. Di Desa Cingkrong, banjir merendam lebih dari 1.700 rumah dan 145 hektare sawah. Warga masih memantau kondisi karena air belum sepenuhnya surut.

BPBD Grobogan bersama TNI, Polri, dan relawan mengevakuasi warga yang memerlukan bantuan segera.

“Kami memprioritaskan lansia dan pasien yang rutin cuci darah,” ungkap Wahju.

Tim gabungan pun sudah mulai memperbaiki tanggul yang jebol bersama instansi teknis seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PT KAI. Tanggul sementara dipasang agar air tidak kembali menggenang pemukiman.

Selain itu, petugas mendistribusikan logistik, memasang karung penahan air, serta menebang pohon tumbang di Kecamatan Klambu agar arus lalu-lintas kembali lancar.

Di Penawangan, luapan Sungai Serang turut menenggelamkan Desa Toko dan Winong. Meski ketinggian air mulai turun, warga tetap waspada karena hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di hulu.

BACA JUGA : Atasi Banjir, Pompa di Tenggang dan Sringin Dioptimalkan, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

BPBD Grobogan meminta seluruh aparat desa aktif memantau perkembangan dan melaporkan kondisi terkini. Pendataan rumah rusak dan lahan terdampak masih terus berjalan.

Data awal menunjukkan ribuan unit rumah terdampak, serta ratusan hektare sawah berpotensi puso. Meski sebagian wilayah telah surut, beberapa titik masih tergenang dengan kondisi air yang stabil.

Masyarakat dihimbau untuk terus mengikuti informasi cuaca dan kondisi sungai, serta menyiapkan jalur evakuasi mandiri bila curah hujan kembali meningkat.

TYA WIDYA