
Rini menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Program Studi Despar UKSW. Melalui dialog akademik lintas negara, mahasiswa dan dosen diharapkan mampu menghubungkan teori global dengan praktik lokal.
“Internasionalisasi bagi kami bukan sekadar menghadirkan narasumber luar negeri, tetapi membangun jembatan riset dan kolaborasi lintas budaya. Ke depan, kami akan mengembangkan riset bersama University of Sydney, publikasi internasional, hingga integrasi materi webinar dalam kurikulum Despar,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini menumbuhkan semangat berpikir lintas batas. “Kami ingin mahasiswa berani melihat dunia dari kacamata yang lebih luas, namun tetap berpijak pada akar budaya sendiri. Karena dari sinilah lahir destinasi yang bukan hanya indah, tetapi juga bermakna,” terangnya.
Musik, Film, dan Olahraga: Narasi Baru Pariwisata
Dalam pemaparannya, Profesor John Connell menjelaskan bagaimana berbagai festival di Australia mulai dari Splendour in the Grass, Festival of the Falling Leaf, hingga Beer dan Film Festivals telah menjadi motor penggerak pembangunan wilayah pedesaan. Ia menyoroti peran festival dalam membangun komunitas, memperkuat ekonomi lokal, dan menumbuhkan rasa memiliki antarwarga.
“Festival dapat menjadi jantung sosial bagi sebuah komunitas. Ia mempromosikan tempat, menghidupkan kreativitas, dan menciptakan ruang bagi partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui riset Australian Research Council Discovery Project, Profesor Connell juga menyoroti tantangan yang muncul seiring pertumbuhan industri festival, seperti konflik identitas dan profesionalisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai lokal.
“Keunikan sebuah festival adalah kekuatannya. Kadang, sesuatu yang ‘aneh’ justru menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Webinar ini selaras dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan berkontribusi pada SDGs 4 pendidikan berkualitas, SDGs 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Inisiatif ini juga mencerminkan arah Asta Cita ke-6, terutama dalam mewujudkan internasionalisasi pembelajaran dan penguatan jejaring riset lintas disiplin.
Ning S













