JEPARA (SUARABARU.ID)– Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jepara atau yang dikenal juga sebagai Espentura, kembali menunjukkan komitmennya dalam menggalakkan literasi dan kecintaan terhadap bahasa melalui serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Nasional Tahun 2025.
Puncak kegiatan tahun ini dimeriahkan dengan agenda Parade Membaca Puisi yang inspiratif, dilanjutkan dengan Workshop Penulisan Puisi. Kegiatan yang berlangsung meriah di lapangan basket sekolah pada hari Sabtu, (18/10), diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai tingkatan kelas, guru, serta staf sekolah.

Peringatan Bulan Bahasa dimulai dengan Parade Membaca Puisi, perwakilan siswa tampil membawakan puisi-puisi dari penyair legendaris Indonesia hingga karya kontemporer. Tidak hanya siswa para guru pun ikut serta membacakan puisi. Para peserta parade tampil memukau, tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga menghayati dan mengekspresikan setiap larik puisi dengan penuh penghayatan.
Parade Puisi, Ekspresi Rasa dan Bahasa
Menurut Lisna Handayani Kepala SMPN 1 Jepara, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan mengasah kemampuan mereka dalam berekspresi secara lisan. “Puisi adalah jendela jiwa. Melalui parade ini, kami berharap anak-anak bisa lebih mengenal kekayaan bahasa Indonesia dan berani menyampaikan isi hati mereka,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Haris Burhanudin juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Bulan Bahasa ini bertujuan memberi ruang apresiasi bagi murid yang memiliki bakat dan minat dalam bidang puisi.
“Murid semakin terpacu dalam berkreasi dan berani berkarya dalam menyajikan hasil kreasinya,” tegasnya.
Workshop Intensif Asah Bakat Menulis
Setelah rehat singkat, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penulisan Puisi. Dalam sesi ini, SMPN 1 Jepara mengundang Muhammad Asy’ari, seorang pegiat sastra sekaligus penyair muda dari Jepara. Dalam pembukaan, kepala SMPN 1 Jepara Lisna Handayani menyampaikan agar murid-murid dapat manfaatkan peluang emas untuk menggali ilmu, berlatih menulis puisi, dan bagaimana cara mendapatkan inspirasi.

Selama workshop, peserta dibimbing mulai dari teknik dasar menemukan ide, memilih diksi yang tepat, hingga membangun rima dan irama dalam puisi. Suasana workshop yang interaktif membuat para siswa antusias mengajukan pertanyaan dan langsung mempraktikkan materi yang disampaikan. Hasil menulis puisi ini nantinya dikompilasi dan dijadikan buku antologi puisi siswa dan guru SMPN 1 Jepara.
Muhammad Asy’ari menekankan bahwa setiap orang bisa menulis puisi. “Kuncinya adalah kepekaan terhadap lingkungan dan keberanian untuk jujur pada perasaannya,” tuturnya .
Sementara Sultan, salah satu peserta workshop mengaku senang bisa mengikuti kegiatan yang bermanfaat ini. Ia dapat belajar mengekspresikan ide, pikiran, dan perasaannya melalui puisi.
Kegiatan Bulan Bahasa ini diharapkan tidak hanya berhenti pada parade baca puisi dan workshop saja, tetapi juga dapat memicu lahirnya karya-karya sastra baru dari siswa-siswi SMPN 1 Jepara, sekaligus menjadikan sekolah tersebut sebagai pusat pengembangan budaya literasi di Kabupaten Jepara.
Hadepe – Warsih













