GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video dugaan aksi bullying antar siswa SMA swasta di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu menampilkan dua pelajar yang terlibat perkelahian di sebuah kebun kosong.
Dalam video tersebut, terlihat seorang siswa berseragam hijau memukul temannya berulang kali tanpa mendapat perlawanan berarti. Adegan itu terekam jelas dan memicu reaksi keras dari warganet.
BACA JUGA : Drama di Wergu Wetan! Gol Penalti dan Kartu Merah Warnai Hasil Imbang Persiku vs Persipal
Rekaman pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Abm Putra dengan judul “pembully-an anak SMA.” Tak butuh waktu lama, video tersebut menyebar luas dan menuai perhatian publik.
Dari keterangan unggahan, insiden itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Salah satu siswa bahkan tampak terjatuh dan terus menerima pukulan dari temannya. Situasi tersebut memperkuat dugaan adanya tindakan bullying.
Suara sejumlah pelajar lain terdengar dalam video. Salah satu suara memprovokasi dengan kalimat kasar yang menyulut amarah warganet.
“Pancalo, mati sisan (injak saja, biar mati sekalian),” demikian teriak seseorang di balik kamera, memperlihatkan adanya unsur dorongan kekerasan dari rekan-rekan mereka.
Unggahan itu juga menandai akun resmi kepolisian. Pengunggah meminta aparat segera bertindak atas dugaan bullying yang terekam jelas dalam video tersebut.
“Pembullyan, tolong Kapolres Grobogan dan Polsek Gubug segera ditindaklanjuti,” tulis akun itu dalam keterangan videonya.
Respons publik pun datang dari berbagai arah. Banyak pengguna media sosial menyesalkan tindakan kekerasan antarpelajar yang justru menjadi tontonan.
Tak sedikit warganet mengungkapkan komentar mereka agar pihak kepolisian segera memproses kasus tersebut. Mereka menilai tindakan seperti itu mencoreng dunia pendidikan.
Beberapa warganet juga menyerukan agar sekolah memberikan pembinaan tegas kepada siswa yang terlibat, agar perilaku bullying tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Adanya kasus bullying di Gubug ini, justru menambah daftar panjang masalah perundungan pada dunia pendidikan di Kabupaten Grobogan.
BACA JUGA : Tingkatkan Pelayanan Jantung, RSUD RA Kartini Laksanakan Kegiatan Proctorship Kardiovaskular Intervensi Non Bedah
Dua pekan sebelumnya, siswa di sebuah SMP Negeri di Kecamatan Geyer tewas karena dugaan bullying atau perundungan oleh rekannya sendiri.
Di Gubug, kasus perundungan serupa juga terjadi di tingkat Sekolah Menengah Atas. Seorang siswa dipukuli temannya sendiri dan disaksikan oleh rekan-rekannya yang lain.
Insiden tersebut terkuak dengan beredarnya video yang viral di media sosial dan membuat kepolisian langsung melakukan penyelidikan.
TYA WIDYA













