blank
Kelompok Tani Desa Patakbanteng Kejajar Wonosobo ketika mengikuti pelatihan tani yang digelar Unsiq Jateng. Foto : SB/dok Humas BEM Unsiq

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains Alquran (Unsiq) melalui Program Mahasiswa Berdampak : Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM (PM-BEM) tahun 2025
melaksanakan pelatihan untuk Kelompok Tani Lestari Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Pelatihan yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek RI, dipandu langsung oleh dosen Unsiq Jateng vInsan Mahmud, yang mengangkat tema “Manajemen Organisasi Berbasis Efektivitas Waktu Tunggu Panen”.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola organisasi kelompok secara lebih efektif, sekaligus menyiapkan strategi pertanian berkelanjutan di wilayah dataran tinggi.

Sebelum pelatihan, Kelompok Tani Lestari menghadapi kendala dalam manajemen internal. Tupoksi tiap anggota belum jelas, serta perencanaan panen sering tidak sinkron.

Hal ini membuat waktu tunggu panen menjadi tidak efisien, distribusi hasil pertanian sering terlambat, dan potensi keuntungan tidak optimal.

Dalam materinya, Insan Mahmud menyampaikan beberapa hal penting. Seperti konsep manajemen organisasi project yang dapat diterapkan dalam kelompok tani, struktur organisasi dan pembagian tugas (tupoksi) agar koordinasi lebih terarah.

Selain itu, juga strategi efektivitas waktu tunggu panen, sehingga petani dapat merencanakan jadwal tanam dan panen dengan lebih terukur dan manfaat jangka panjang manajemen organisasi.

Seperti peningkatan produktivitas, efisiensi waktu dan penguatan posisi desa sebagai kawasan agrowisata.

Kampus Berdampak

blank
Kelompok Tani Desa Patakbanteng Kejajar Wonosobo foto bersama usai mengikuti pelatihan tani yang digelar Unsiq Jateng. Foto : SB/dok Humas BEM Unsiq

“Kelompok tani yang terorganisasi dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan, baik dalam hal cuaca, distribusi, maupun pasar. Efektivitas waktu tunggu panen adalah kunci agar petani tidak kehilangan momentum,” jelas Insan Mahmud.

Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata pemahaman anggota kelompok tani meningkat 42 persen setelah mengikuti pelatihanm langkah ini diharapkan dapat mengurangi keterlambatan distribusi hasil pertanian dan meningkatkan daya saing produk hortikultura Desa Patakbanteng.

Salah satu peserta, Rofek, menyampaikan, “Kami dari Kelompok Tani Lestari jadi bisa mengetahui teknologi-teknologi yang terbaru dan kemungkinan besar bisa meningkatkan di kelompok tani lestari itu sendiri,” katanya.

“Semoga BEM Unsiq bisa membantu kami di kelompok tani lestari lebih baik dan lebih maju khusunya dipertanian dan teknologi terbaru,” ungkapnya.

Ketua BEM Unsiq Jateng menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada pelatihan. Tim PM-BEM akan melakukan monitoring berkala serta menyiapkan luaran berupa video dokumentasi, poster kegiatan dan artikel populer di media nasional.

“Kami ingin Kelompok Tani Lestari tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga secara organisasi. Dengan begitu, mereka bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Lestari diharapkan mampu menerapkan manajemen organisasi modern yang lebih efektif, sehingga waktu tunggu panen dapat ditekan, hasil pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin terjamin.

Pihaknya menyampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yang telah mendanai program ini dan Unsiq melalui LP3M yang telah memberikan ijin hilirisasi produk inovasi akademisi.

Juga kepada Pemerintah Desa Patakbanteng yang telah berkenan sebagai tempat kegiatan, mitra desa, mita tani dan mitra PKK serta seluruh pihak yang membantu terselenggaranya program ini dengan baik, lancar serta berdampak Unsiq unggul, melalui dosen dan mahasiswa hebat, wujudkan Desa Patakbanteng kuat, untuk Indonesia bermartabat.

Muharno Zarka