blank
Juli Trian Marini (biru/atas), saat mengalahkan pegulat Sumbar, Fani Arman. Foto: Riyan

KUDUS (SUARABARU.ID)– Pelatih tim gulat Jawa Tengah yang berlaga di PON Beladiri 2025, Ngabdi Manggio Mulyadi mengatakan, hasil yang didapat para atletny di hari ketiga event ini, dianggap sudah maksimal.

Dia menyebut, dengan sedikitnya waktu untuk melakukan pemusatan latihan, menjadi salah satu faktor penyebabnya. Para atlet binaannya tidak bisa tampil maksimal, meski sudah berupaya keras tampil bagus.

”Hasil dua perunggu di cabor judo pada hari ketiga event ini, sudah kami anggap sebuah prestasi yang baik. Mengingat kami hanya punya waktu sedikit untuk mempersiapkan atlet kami tampil di event ini,” kata Ngabdi yang ditemui usai pertandingan di GOR Kaliputu Djarum Arena 2, Selasa (14/10/2024).

BACA JUGA: UKM PIB Universitas Semarang Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Seperti diketahui, dua pegulat putri Jateng hanya mampu meraih medali perunggu, melalui Juli Trian Marini, yang turun di kelas gaya bebas 57 kg. Juli mengalahkan pegulat asal Sumatera Barat, Fani Arman. Satu perunggu lainnya dipersembahkan Bella Evita Meiswa yang turun di kelas gaya bebas 62 kg

Disampaikan juga olehnya, event ini memang dijadikan sebagai ajang ujicoba untuk atlet-atlet muda Jateng, yang memang sedang dipersiapkan untuk terjun di event yang lebih besar.

”Kami memang mempersiapkan sejumlah atlet-atlet muda untuk menimba pengalaman di event ini. Jadi kami tidak kaget dengan prestasi yang kami dapat kali ini,” lanjut Ngabdi.

BACA JUGA: Sukacita Para Penjaga Gizi Anak Sekolah Bisa Bekerja di Dapur MBG

Menurut dia, tim gulat Jateng masih punya peluang merebut medali emas di esok hari, melalui atlet andalannya, Ahmad Umar Maulana, pegulat asal Kudus yang memenangkan medali emas di kelas gaya bebas 125 kg putra, pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

”Peluang medali emas untuk Jateng di cabor gulat masih ada di kelas gaya bebas 125 kg putra, melalui Ahmad Umar Maulana. Doakan kita bisa meraih emas di cabor gulat,” harap dia.

Riyan