blank
Koran luar negeri berbahasa Inggris memberitakan peristiwa pertempuran lima hari di Semarang, yang menjadi koleksi Rumah PoHan. Foto: R. Widiyartono

“Peristiwa hari ini tidak sekadar membuka pameran, tetapi membuka lembar kenangan kota, menyalakan kembali api yang pernah menyala 80 tahun lalu,” ujar Bambang mengutip pesan Wali Kota.

Menurut Agustina Wilujeng, yang juga doktor sejarah, Pertempuran Lima Hari di Semarang, bukan sekadar fragmen lokal tetapi bab besar berkaitan dengan lahirnya negeri ini.

“Ini merupakan pameran suara masa lalu yang menuntut untuk didengar kembali,” ujar Agustina.

Agustina juga menyebut, Rumah PoHan meruakan ruang pameran lintas disiplin. Selembar surat kabar yang ditemukan, dan kemudian dipajang dalam pameran ini adalah potongan waktu. “Dalam kegiatan ini selain pameran juga ada dialog, seni, arsip, dan musik. Masa lalu yang menyapa masa kini, narasi yang jujur dan manusiawi. Di tengah perubahan Semarang kita jangan kehilangan kompas Sejarah,” ujar Agustin.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Michael dalam sambutan singkatnya menyampaikan, pameran ini merupakan ruang edukasi bagi generasi muda. “Sejarah bukan sekadar kenangan tetapi inspirasi. Saya berharap agar arsip-arsip ini didigitalisasi untuk menghindari kerusakan. Sehingga kelak bisa menjadi pameran virtual, yang bisa disaksikan di seluruh dunia,” kata Michael.

Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Program Studi Sejarah FISIP Unnes Mukhamad Shokheh, tokoh senior Sanjaya, Dr Hardhono Susanto, Drg Grace H Susanto, Po Han dan Sylvi Probowati –pasangan pemilik Rumah PoHan–, tokoh budaya Ir Tjahjono Rahardjo, para akademisi, mahasiswa dan peminat sejarah, serta undangan lainnya.

Rangkaian Kegiatan

blank
Foto: Rumah PoHan

Pameran dibuka setiap hari sejak Kamis 9 Oktober 2025 sampai dengan Jumat 17 Oktober 2025, buka pukul 10.00-21.00 WIB. Dan inilah rangkaian kegiatan tersebut:

Kamis 9 Oktober 2025
10.00 WIB – 11.00 WIB Pembukaan Pameran
11.00 WIB – 13.30 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
13.30 WIB – 15.00 WIB Kelas Terbuka Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang oleh SMA Loyola Semarang
15.00 WIB – 21.00 WIB Apresiasi Pameran unbtuk publik

Jumat 10 Oktober 2025
08.30 WIB – 10.20 WIB Kelas terbuka sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang oleh SMA Loyola Semarang
10.20 WIB – 13.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
13.00 WIB – 17.00 WIB Tour Kuratorial Bersama siswa SMA 5 Semarang
17.00 WIB – 21.00 WIB Apresiasi pameran untuk publik

Sabtu 11 Oktober 2025
10.00 WIB – 19.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
19.00 WIB – 21.00 WIB Pertunjukan Musik Merespon Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang oleh Dewan Kesenian Semarang

Minggu 12 Oktober 2025
10.00 WIB – 15.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
15.00 WIB – 17.00 WIB Diskusi Kesadaran Arsipari Bersama Dinas ARPUS Kota Semarang
17.00 WIB – 21.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik

Senin 13 Oktober 2025
13.00 WIB – 14.00 WIB Tour kuratorial Bersama siswa SMA 5 Semarang
14.00 WIB – 16.00 WIB Pemutaran Film dan Diskusi Film Sunggen bersama prodi Sejarah Unnes

Selasa 14 Oktober 2025
10.00 WIB – 12.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
13.00 WIB – 15.00 WIB Kuliah Umum Jurnalistik Sejarah Publik bersama Prodi Sejarah Unnes
15.00 WIB – 21.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik

Rabu 15 Oktober 2025
10.00 WIB – 19.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
19.00 WIB – 21.00 WIB Diskusi Terbuka Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang bersama Tim Kuratorial Rumah PoHan

Kamis 16 Oktober 2025
10.00 WIB – 18.00 WIB Apresiasi Pameran untuk publik
18.00 WIB – 21.00 WIB Loka Karya Batik Merespon Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang Oleh Setitik Cultureware

Jumat 17 Oktober 2025
15.00 WIB Penutupan Pameran oleh Tim Kuratorial Rumah PoHan

R. Widiyartono