WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo, Senin (6/10/2025), meresmikan program bedah rumah milik Dul Yasin warga Kampung Mendolo RT 04 RW 01 Kelurahan Bumireso Wonosobo.
Rumah warga kurang mampu tersebut berhasil direhab sehingga kediaman yang semula merupakan rumah tak layak huni (RTLH) kini sudah aman, nyaman, sehat dan bersih ditinggali pemiliknya.
Peresmian rehabilitasi RTLH tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, didampingi Ketua Dewan Pembina Yayasan RSI, KH Mukhottob Hamzah, Ketua Yayasan RSI yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, H Jaelan Sulat dan Direktur RSI dr Sudomo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, mengajak seluruh pihak terkait, baik dari BUMN, BUMD, rumah sakit, yayasan, hingga lembaga sosial untuk bersinergi dan mengulurkan tangan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Menurut Bupati, program ini perlu direplikasi oleh berbagai pihak, sehingga tidak sekadar kegiatan seremonial yang bersifat sementara. Namun berorientasi pada kebermanfaatan yang dirasakan langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Saya minta kegiatan seremonial dikurangi, diganti dengan kegiatan sosial seperti ini. Kalau semua rumah sakit, BUMN, BUMD dan lembaga swasta bergerak, kita bisa menekan angka kemiskinan secara signifikan di Wonosobo,” tegasnya.
Dikatakan Afif, warga miskin di Wonosobo masih banyak. Mereka tinggal di rumah tak layak huni. Maka upaya pengentasan kemiskinan bukan hanya menjadi tugas pemerintah tapi menjadi tanggungjawab bersama di masyarakat. Tidak boleh hanya mengandalkan dana Baznas atau Yakaumi, tapi semua pihak harus mau berbagi kasih sayang kepada sesama warga Wonosobo.
Banyak RTLH

Menurutnya, meskipun sudah banyak program dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga CSR perusahaan dan dana desa yang dianggarkan, namun fakta di lapangan masih banyak warga Wonosobo yang tinggal di rumah tidak layak.
“Karena itu, upaya gotong royong dan kepedulian menjadi hal utama dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Kalau kita bersinergi, insya Allah seberat apapun persoalan masyarakat bisa kita atasi. Program RTLH ini bukan hanya soal rumah, tapi tentang kemanusiaan, kepedulian dan tanggung jawab kita bersama sebagai warga Wonosobo,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSI Wonosobo, dr H Sudomo, menjelaskan bahwa dana bedah rumah bersumber dari tabungan Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang dikumpulkan dari 433 karyawan RSI. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp56 juta, digunakan untuk renovasi menyeluruh rumah agar menjadi layak huni.
“Kami bersyukur bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat dalam rangka HUT ke-30 RSI. Ini sesuai arahan dari Pemkab Wonosobo dan Dinas Kesehatan. Kami akan terus melanjutkan program serupa secara berkelanjutan,” ungkap Sudomo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonosobo, Jaelan Sulat, menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit lainnya untuk ikut serta dalam program rehabilitasi rumah sebagai bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional pada bulan November 2025 mendatang.
“Kami sudah berbicara dengan RS PKU Muhammadiyah untuk melaksanakan satu bedah rumah saat milad nanti. Ini sejalan dengan arahan Bupati, agar kegiatan sosial yang benar-benar membahagiakan masyarakat menjadi prioritas,” terang Jaelan.
Dengan kolaborasi dan empati, Pemkab Wonosobo optimistis pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat terus diwujudkan secara nyata. Jumlah RTLH yang ada di daerah ini dari waktu ke waktu juga akan terus berkurang.
Muharno Zarka













