blank
Tokoh pedagang Pasar Kota Wonogiri, Mukhlas, yang menjabat sebagai Pelindung Paguyuban Pedagang Pasar Wonogiri (Perdasari) ikut membantu menunggui dagangan para bakul yang diamankan dari amukan jago merah.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Api kebakaran Pasar Kota Wonogiri, Jawa Tengah, Senin petang (6/10/25) dilaporkan berkobar lagi. Kobaran api susulan ini, berada berada di selatan dan bagian barat daya lantai satu. Yakni di kios yang biasanya untuk berjualan plastik pembungkus, dan di kios penjualan aneka makanan kue kering serta beragam jajan camilan.

Kobaran api susulan ini, berlangsung selang sekitar 4 jam selang dari proses pemadaman dan pendinginan yang dilakukan oleh 20 unit mobil brandweer. Tindakan pemadaman, sebelumnya berlangsung sejak Pukul 04.00 sampai dengan Pukul 01.00.

Terkait kobaran api susulan tersebut, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, memberikan penegasan bahwa itu langsung dapat segera diatasi. Pemadaman kobaran api susulan, dilakukan personel Fire Fighter Damkar dari Markas Induk Kota Wonogiri, yang kembali datang bersama mobil unit brandweer. Proses pemadamannya, dilakukan dengan melibatkan personel kepolisian.

 

”Api kebakaran susulan sudah langsung dapat dipadamkan oleh Damkar bersama personel dari kepolisian,” tegas Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo. Penegasan sama, bahwa kobaran api susulan telah dapat langsung dipadamkan, semalam, juga disampaikan oleh Lurah (Kepala) Pasar Kota Wonogiri, Yato Baloeng.

Seperti diberitakan, Pasar Kota Wonogiri, Senin dinihari (6/10/25) terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Tapi diduga karena korsleting listrik pada jaringan terpasang di dalam pasar. Titik kobaran api pertama, muncul di sisi barat laut lantai dua, dan kemudian berkobar meluas.

Proses pemadamannya dilakukan oleh para personel Fire Fighter Pemkab Wonogiri, dengan mendatangkan bantuan dari Damkar se Solo Raya. Yakni dari Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali dan Klaten. Juga datang bantuan tambahan dari tim Damkar Pemkab Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Uji Lab

Api membakar semua komoditas yang sehari-hari dijajakan para bakul. Juga membakar dan merusak komponen bangunan pasar. Utamanya di bagian dalam, tinggal menyisakan dinding tembok dan tiang-tiang beton bertulang.

Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Wawan Arifianto, menyatakan, sisa dinding tembok dan tiang beton bertulang dari bangunan pasar yang terbakar, tidak dapat serta merta kemudian difungsikan kembali. ”Harus dilakukan uji lab tentang daya kekuatannya,” tandas Wawan yang juga pelaku kontraktor bangunan.

Lazimnya, bangunan yang sudah terbakar, tidak dapat dimanfaatkan lagi. Bila dipaksakan, dapat berdampak negatif dari aspek safety (keamanan). Apalagi, konstruksi pasar tersebut dibangun tingkat tiga, dan menjadi fasilitas publik yang hari-harinya selalu dikunjungi orang dalam jumlah banyak.

Penegasan sama, juga disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto. ”Harus terlebih dahulu dilakukan pengujian oleh ahli teknik dari pihak independen,” tegas Prihadi.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari dinas dan instansi terkait. Rapat menghasilkan keputusan penetapan status darurat daerah untuk Pasar Kota Wonogiri yang terbakar.

Untuk selanjutnya, akan segera direncanakan pembangunan pasar darurat, demi kelangsungan para pedagang dalam berniaga. Untuk pembangunan kembali pasar terbakar, akan dimintakan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, dan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait.(Bambang Pur)