blank
Aprilia Riyana Putri, M.Pd., hadir sebagai pembicara dalam Seminar Internasional di Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Cina. Dalam forum tersebut, Aprilia menyampaikan materi berjudul " Ukir Jepara: Warisan Budaya dan Identitas Bangsa".. Foto: Uswa

CHINA (SUARABARU.ID) –  Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara terus menunjukkan kiprahnya dalam kancah Internasional. Pada Jumat, 26 September 2025, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus Kepala UPT Layanan Internasional, Aprilia Riyana Putri, M.Pd., hadir sebagai pembicara dalam Seminar Internasional di Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Cina.  Dalam forum tersebut, Aprilia menyampaikan materi berjudul ” Ukir Jepara: Warisan Budaya dan Identitas Bangsa”.

Ia menjelaskan Jepara dikenal sebagai The World Carving Center atau Kota Ukir yang telah berkembang sejak masa Ratu Kalinyamat pada abad ke-16. Aprilia juga memaparkan ciri khas motif ukir antara lain daun trubusan, bunga, burung garuda, hingga naga, yang melambangkan pertumbuhan, keteguhan, serta keindahan hidup, hingga industri ukir, terutama dalam bentuk mebel, telah menjadi penopang ekonomi dan diekspor ke  110 negara lebih

blank
Aprilia Riyana Putri, M.Pd., sesaat setelah menyampaikan materi seminar. Foto: Uswa

Seni Ukir Jepara menurut Aprilia bukan hanya dipahami dari sisi ekonomi, tetapi telah menjadi kekuatan budaya dan kebanggaan  Jepara yang memberikan andil dalam membentuk karakter masyarakat.

“ Apalagi seni ukir sejak tahun 2015 telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya  Takbenda Indonesia dan kemudiaan menyusul Motif Ukir Macan Kurung pada  tahun 2024 lalu. Kini masyarakat Jepara juga sedang mengajukan seni ukir sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia,” ungkapnya

“Sebagai orang Jepara, saya merasa bangga dapat memperkenalkan seni ukir Jepara di forum Internasional ini. Harapannya, seni ukir semakin dikenal dan diapresiasi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional,” ujar Aprilia

blank
Aprilia Riyana Putri, M.Pd., hadir sebagai pembicara dalam Seminar Internasional di Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Cina. Dalam forum tersebut, Aprilia menyampaikan materi berjudul ” Ukir Jepara: Warisan Budaya dan Identitas Bangsa”. Foto: Uswa

Seminar internasional ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran ilmu tetapi juga memperkenalkan potensi budaya daerah. Melalui seminar ini, kedua universitas memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengalaman antara Unisnu Jepara dan FPNU China, untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan bidang kebudayaan.

Para peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta peneliti FPNU menyambut antusias materi yang disampaikan. Diskusi interaktif pun berlangsung hangat, mulai dari teknik pengukiran, filosofi yang terkandung dalam motif Jepara, hingga potensi kolaborasi riset budaya ke depan.

Melalui partisipasi Unisnu Jepara menjadi pembicara seminar Internasional ini menegaskan komitmen kampus untuk terus memperluas Internasionalisasi pendidikan. Melalui pengenalan budaya, penguatan akademik, dan kerja sama Internasional, UNISNU Jepara berupaya menghadirkan wajah Indonesia di panggung dunia sekaligus mengharumkan nama Jepara sebagai pusat seni ukir kelas dunia.

Hadepe – Uswa