
Dapat Bantuan Program CSR dari PLN IP UBP Semarang
Karena saat itu kedai sepi akibat Covid-19 naik lagi, Wahyudi dan beberapa pemuda desa yang ikut dalam Pokdarwis membuat mikrohidro, yakni pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala kecil yang memanfaatkan aliran air dari sungai, saluran irigasi, atau air terjun untuk menghasilkan listrik, dimana energi dari aliran air digunakan untuk memutar turbin, menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik.
“Dalam pembuatan mikrohidro, kami berkolaborasi dengan beberapa masyarakat. Bertepatan dengan itu, ada kunjungan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan PLN Indonesia Power (IP) UBP Semarang. Setelah mereka melihat aktivitas kami, mereka (PLN IP) terus memantau perkembangan kami melalui WhatsApp,” terang Wahyudi.
Setelah mokrohidro berjalan kurang lebih satu tahun, Indonesia Power kembali datang dengan membawa program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk membantu pembangkit listrik secara modern.

“Alhamdulillah kami dikasih pipa untuk pembangkit, dan kedai kopi juga mendapat bantuan CSR untuk perbaikan kedai, diantaranya dibangunnya aula, perbaikan kedai menjadi semi permanen, toilet, mushola, bermacam alat pasca panen, hingga rumah jemur. Banyak bantuan yang diberikan Indonesia Power, dan itu sangat membantu kami,” ungkap Wahyudi.
“Dan Alhamdulillah, dari hasil Kedai Kopi Pucu’e Kendal, banyak pemuda desa mendapatkan penghasilan, tentunya sangat membantu perekonomian keluarga. Selain itu, mereka juga memperoleh keterampilan sebagai barista dan pengelolaan desa wisata,” imbuh Wahyudi.
Bukan hanya itu, Curug Lawe Secepit yang menjadi kebanggaan warga Ngesrepbalong pun semakin dikenal dengan adanya konten wisata yang dihasilkan oleh anggota Pokdarwis.
Berwisata Sambil Edukasi
Diketahui, Desa Wisata Ngesrepbalong memiliki wisata edukasi, terutama pada sektor alam dan pertanian. Para pengunjung bisa belajar membatik dengan pewarna alam yang ada di desa tersebut.
Wahyudi menjelaskan, di Ngesrepbalong, pengunjung juga bisa belajar seluruh proses budidaya kopi, mulai dari penanaman, pemanenan, hingga proses pasca panen dan penyajian kopi, seperti latte art, yakni seni menuang susu ke dalam espresso untuk menciptakan pola di permukaan kopi, dan V60 adalah teknik seduh kopi manual yang menggunakan dripper kerucut 60 derajat untuk hasil kopi yang jernih dan bersih, serta menonjolkan karakter unik biji kopi single origin.

Menurut Wahyudi, Desa Ngesrepbalong juga menawarkan kegiatan pengamatan satwa endemik untuk mempelajari keseimbangan alam di kawasan lereng Gunung Ungaran.













