blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima kembali HGB Pasar Wonokriyo Gombong dari PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, Rabu 24/9.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Setelah tiga dekade dikelola pihak ketiga, Pasar Wonokriyo Gombong kini resmi kembali ke tangan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Serah terima Hak Guna Bangunan (HGB) dari PT Karsa Bayu Bangun Perkasa kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen itu dilakukan Rabu (24/9), menandai berakhirnya perjanjian kerja sama yang telah berlangsung sejak 1995.

Seluruh aset, termasuk tanah seluas 39.805 m² beserta seluruh bangunan dan fasilitas pendukungnya, kini menjadi tanggung jawab penuh Pemkab Kebumen melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM). Aset-aset tersebut meliputi:
* 67 unit ruko
* 354 kios
* 672 los
* 44 los basah
* 192 los pasar pagi
* Dua unit MCK, satu aula, dan dua area penitipan sepeda
* Berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti pos kesehatan, kantor pasar, terminal, masjid, gudang pemadam, dan tempat pembuangan sementara.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Dandim 0709 Letkol Arn Purba Sudibyo, Sekda Edi Rianto, para pejabat Pemkab serta pedagang Pasar Wonokriyo Gombong, Rabu 24/9.(Foto:SB/Prokopim)

Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi menyatakan peralihan ini membawa tanggung jawab besar untuk meningkatkan layanan dan memastikan Pasar Wonokriyo tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Gombong dan sekitarnya.

“Kami berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan fungsi pasar, meningkatkan pelayanan, serta memastikan pasar tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,”ujar Haryono.

Penyerahan secara simbolis ditandai penandatanganan berita acara dan penyerahan sertifikat tanah oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani kepada perwakilan dari PT Karsa Bayu Bangun Perkasa.

Menanggapi kondisi area pasar yang terdampak kebakaran tahun lalu, Haryono menjelaskan bahwa survei oleh pekerjaan umum telah selesai dilakukan.”Hasil survei ini akan menjadi bahan kajian untuk rencana pembangunan ke depan,”tambahnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan harapannya agar pengelolaan pasar menjadi lebih baik, tertata, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami ingin pasar ini semakin nyaman, bersih, dan aman. Mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menjadi ruang interaksi sosial masyarakat,”ujar Lilis.

Bupati berpesan kepada para pedagang untuk terus menjaga kebersihan, ketertiban, dan rasa kebersamaan. Ia juga mengenang kembali masa-masa awal pembangunan pasar pada 30 tahun silam.”Dulu Pasar Wonokriyo Gombong adalah pasar terbaik se-Kabupaten Kebumen,”kenang Bupati Lilis.

Salah satu pedagang, Haryono, menyambut baik kembalinya pengelolaan pasar ke Pemkab, namun menyampaikan harapannya terkait kebijakan retribusi. Ia berharap retribusi yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) dapat ditinjau ulang.

“Kami mohon kepada Bupati agar retribusinya diturunkan. Rp700 per meter per hari dinilai masih memberatkan,”ungkap Haryono, seraya meminta agar Pemkab Kebumen lebih memperhatikan hak-hak pedagang, terutama terkait keamanan, ketertiban dan kebersihan.

Komper Wardopo