blank
Prosesi penguburan jenazah Ny Timi yang tewas akibat jadi sasaran amuk mantan menantunya, dilakukan dengan melibatkan aparat TNI-Polri.(Dok.Ist)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Aparat kepolisian Pacitan, Jawa Timur, berupaya memburu tersangka pelaku pembantaian 5 anggota keluarga. Dari 5 korban, seorang diantaranya meninggal dan 4 lainnya luka-luka. Korban meninggal adalah mantan mertua tersangka. Upaya perburuan terhadap pelaku, dibantu para prajurit TNI, perangkat desa dan masyarakat.

Lokasi perburuan tersangka, berada di area hutan yang menjadi tempat pelarian tersangka setelah melakukan pembantian. Tapi sampai kini, belum dapat menemukan tersangka. Kapolsek Arjosari Polres Pacitan, Ipda Ferry Ardyanto yang mengkoordinir perburuan, mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor manakala melihat keberadaan tersangka. Minggu (21/9/25) Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Khoirul Maskanan, menyatakan, pelaku masih dalam pengejaran.

Kasus pembantian ini, berlangsung Sabtu malam (20/9/25) lalu. Seorang pria berinisial AS alias Wawan (45), warga Desa Kayen, Kecamatan Pacitan Kota, Kabupaten Pcitan, mengamuk dengan senjata tajam jenis sabit di rumah mantan mertuanya. Dia membacok mantan mertuanya, Ny Timi (60) sampai meninggal. Juga melukai Miskun (60), mantan istrinya bernama Miswati (40), Eki (27) dan Arga (10).

Jenazah Ny Timi dimakamkan Minggu (21/9/25) dengan pengawalan aparat Polri bersama prajurit TNI. Sedang 4 korban luka bacok lainnya, masih dirawat di RSUD Dokter Darsono Kabupaten Pacitan. Kasus ini, menjadi viral di media sosial (medsos) dan menjadi perbincangan hangat publik. Berbagai komentar bermunculan di unggahan sejumlah medsos.

Aksi pembacokan kepada keluarga mantan mertuanya ini, berlangsung di rumah mantan mertuanya, yakni di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pemicunya, diduga AS alias Wawan, sakit hati saat mendengar mantan istrinya (Miswati) akan menikah lagi. Proses perceraiannya disebutkan berlangsung 4 bulan yang lalu.

Setelah melakukan pembantian orang serumah, AS alias Wawan kemudian kabur dengan menyandera anak kandungnya, yakni Bima (17) untuk dibawa serta melarikan diri ke hutan. Tapi belakangan, polisi menemukan Bima dan memberikan ketegasan, bahwa Bima tidak disandera, tapi berusaha melarikan diri setelah melihat AS mengamuk secara membabibuta. Polisi kini mengamankan Bima, sebagai saksi kunci atas kasus pembantian satu keluarga tersebut.(Bambang Pur)