blank
Gara-gara api bludukan, membakar kandang ternak dan rumah dapur milik Parjono di Dusun Sempor RT 02/02, Desa Dawungan, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Terjadi lagi musibah kebakaran yang disebabkan dari api bludukan (perapian yang dibuat di dekat kandang ternak). Api berkobar membakar kandang ternak dan rumah dapur, milik Parjono di Dusun Sempor RT 02/02, Desa Dawungan, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kebakaran ini berlangsung Sabtu petang (20/9/25) Pukul 17.45, dan menjadi kasus kebakaran kali kedua yang disebabkan oleh bludukan di Kabupaten Wonogiri, dalam kurun waktu 5 hari terakhir ini. Seperti pernah diberitakan, kebakaran sebelumnya yang dipicu oleh api bludukan, terjadi Senin sore (15/9/25) lalu di Dusun Badran RT 1/RW 4, Desa Batuwarno, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri.

Minggu (21/9/25), Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Damkar Sriyanto Kembo, menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam amukan jago merah tersebut. Seekor sapi dan 5 ekor kambing piaraan Parjono, dapat diselamatkan.

Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri yang menerima kontak permohonan bantuan pemadaman, langsung memberikan respon cepat. Yakni mengirimkan Tim fire fighter Regu-3. Tim Damkar beranggotakan 7 personel yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Setyo Pamungkas ini, meluncur ke lokasi membawa serta 2 unit mobil brandweer.

Tiupan Angin

Tiba di lokasi Puku 18.20 dan langsung melakukan tindakan pemadaman sampai Pukul 19.10. Pemadaman melibatkan relawan siaga bencana desa, personel dari Polsek dan Koramil Jatiroto, perangkat desa dan warga masyarakat.

Kronologi kebakaran kandang ternak dan rumah dapur ini, diawali saat api bludukan menyala ketika ada tiupan angin. Api berkobar tidak terkendali, karena rumah ditinggalkan pergi oleh pemiliknya. Kobaran api menjalar membakar tumpukan jerami kering sebagai tandon pakan ternak yang berada di dekatnya.

Para tetangga yang melihat ada kobaran api, langsung berdatangan untuk melakukan tindakan pemadaman dan penyelamatan ternak yang berada di kandang. Pemadaman terkendala karena di lokasi tidak tersedia air dan juga tidak ada tabung Alat Pemadaman Air Ringan (APAR). Karenanya, api kemudian menjalar membakar rumah dapur. Api benar-benar dapat dipadamkan secara total, Sabtu malam (20/9/25), oleh Tim Fire Fighter dari Damkar Markas Induk Wonogiri.

Menyikapi kasus kebakaran tersebut, pihak Damkar Pemkab Wonogiri mengimbau kepada masyarakat, agar tidak sembrono dalam memperlakukan api. Kalau membuat bludukan, sebagai pengusir nyamuk dan penghangat ternak, harus mendapat pengawasan, agar tidak berkobar memicu terjadinya kebakaran.(Bambang Pur)