blank
Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Sriyono (kedua dari kiri) memberikan penjelasan tentang laporan kinerja DPRD masa persidangan III Tahun 2024/2025 dengan didampingi tiga Wakil Ketua, yakni Sugeng Ahmady (kiri), Krisyanto dan Suryo Suminto (kedua dan kesatu dari kanan).(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – DPRD Kabupaten Wonogiri berupaya melakukan efisiensi anggaran. Caranya ? Kegiatan Bintek dikurangi, agenda reses dipadatkan, beaya akomodasi diturunkan grade-nya, dan membatasi naik pesawat hanya sekali dalam setahun.

Berkaitan dengan langkah tersebut, alokasi anggaran DPRD Kabupaten Wonogiri pada Tahun 2025 sebesar Rp 23,237 miliar realisasinya hanya Rp 14,876 miliar, terjadi efisiensi sebesar Rp 14,876 miliar. Tahun 2024 dari alokasi anggaran Rp 31,211 miliar, relaisasinya hanya Rp 22,337 miliar.

Demikian dijelaskan Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Sriyono, Senin (8/9/25), saat menyampaikan laporan kinerja Dewan masa persidangan III Tahun 2024/2025 kepada awak media. Tiga Wakil Ketua DPRD Wonogiri ikut mendampingi Sriyono, yakni Sugeng Ahmady, Krisyanto dan Suryo Suminto. Juga hadir para ketua komisi serta unsur alat kelengkapan (Alkap) lainnya, Sekretaris Dewan Edhy Tri Hadiyantho, serta tenaga ahli Dr Nugroho Saputro dari UNS Sebelas Maret.

Menurut Sriyono, langkah efisiensi anggaran ini telah dilakukan sejak Tahun 2019, bersamaan dengan adanya kebijakan refocusing anggaran terkait adanya pandemi Covid-19. Berkait dengan efisiensi tersebut, anggaran DPRD Kabupaten Wonogiri menjadi yang terendah dibandingkan dengan daerah lain. Kabupaten lain, anggarannya berada pada rentang Rp 22 miliar sampai Rp 46 miliar. Dengan langkah penghematan, anggaran dari hasil efisiensi dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

Sriyono memberikan contoh efisiensi, yakni dari aturan yang ada, diperbolehkan menginap di hotel yang taripnya Rp 1,5 juta, tapi sepakat menggunakan anggaran maksimal yang Rp 700 per malam. Waktu menginapnya pun juga dipersingkat. Efisiensi dilakukan, tanpa harus mengurangi kualitas pelaksanaan program.

Tahun Dal

”DPRD Kabupaten Wonogiri berkomitmen menjadi DPRD yang efisien dan bebas korupsi,” tegas Ketua DPRD Wonogiri Sriyono sembari menambahkan meski anggarannya kecil, tapi berupaya mewujudkan kinerja yang maksimal. Berkaitan ini, DPRD Wonogiri senantiasa menggandeng tenaga ahli dari Perguruan Tinggi untuk pendampingan.

Tidak hanya masalah efisiensi, dalam laporan kinerja tersebut juga disampaikan materi pembahasan Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2024, pembahasan 7 Raperda, pembahasan Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2026. Juga materi pelaksanaan kegiaran reses masa persidangan III Tahun 2024/2025, dan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun 2025.

Belakangan ini, DPRD di Tanah Air sedang tidak dalam keadaan baik-baik. Menjadi sorotan, terkait dengan kemunculan aksi demo yang berbuntut tindakan anarkis terjadi di mana-mana. Bahkan Gedung DPRD Kabupaten Wonogiri disebutkan masuk target akan dibakar dengan bom molotov, namun berhasil digagalkan oleh Polres Wonogiri.

Dalam pandangan spiritual Kejawen, di setiap datang Tahun Dal, selalu muncul fenomena kejadian yang mewarnai alam semesta. Itu sebagaimana disebutkan dalam Ramalan Jangka Jaya Baya, Badad Tanah Jawi dan dalam Buku Sejarah Indonesia karya MC Ricklefs. Kepada yang sombong akan dijatuhkan, yang congkak ditumbangkan, dan yang eling waspada (Elwas) ditinggikan derajatnya.

Terlepas dari fenomena Tahun Dal, DPRD Kabupaten Wonogiri berupaya untuk tetap amanah dan memiliki keberpihakan pada rakyat. Kepada eksekutif, DPRD Wonogiri menyarankan, dalam upaya peningkatan Pendapatan Aseli Daerah (PAD) jangan menaikkan pajak. Tapi mencari sumber pendapatan baru, dan mencegah terjadinya kebocoran. Sehingga PAD dapat dinaikkan tanpa membebani rakyat.(Bambang Pur)