PACITAN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (30/8/25) menggelar doa bersama. Semalam, para mahasiswa melakukan aksi demo ke gedung DPRD Kabupaten Pacitan.
Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, doa bersama dilakukan sebagai wujud keprihatinan atas insiden yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Yakni korban pengemudi ojek online yang meninggal, saat berlangsungnya aksi demonstrasi di Jakarta beberapa hari lalu.
Doa bersama berlangsung di Pendapa Kabupaten Pacitan, dihadiri langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, Ketua DPRD Pacitan Arif Setyo Budi, Dandim 0801 Pacitan Letkol (Arh) Imam Musahirul, Kapolres AKBP Ayub Diponegoro Azhar. Juga hadiri jajaran Forkopimda, Sekda Pacitan Hru Wiwoho dan para Pimpinan Perangkat Daerah.
Puluhan pengemudi ojek online (Ojol) Kabupaten Pacitan hadir bersama jajaran kepolisian serta para prajurit TNI di Kabupaten Pacitan. Doa bersama ini dipimpin oleh KH Mahmud, diawali dengan membaca istighfar, dilanjutkan lantunan sholawat asyghil, serta membaca kalimah toyibah.
Long March
Sementara itu, Sabtu malam (30/8/25), ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Pacitan.
Aksi mereka diawali dengan melakukan kegiatan di ruas Jalan Protokol, dan kemudian menuju ke Kantor DPRD Pacitan. Massa pendemo, ditemui langsung oleh Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi.
Aksi ini menyoroti sepuluh tuntutan utama, mulai dari perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan, transparansi anggaran, hingga penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sejumlah elemen masyarakat, ikut serta bergabung dalam aksi yang dimulai sejak pagi, dintandai engan melakukan long march menuju kantor DPRD.
Dalam orasinya, Ketua PMII Pacitan Al Ahmadi, menegaskan, demonstrasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi di Pacitan, yang mereka anggap masih memiliki banyak persoalan. “Di Pacitan masih kekurangan guru, banyak jalan yang rusak, serta maraknya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ilegal,” seru Al Ahmadi.(Bambang Pur)













