GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Polisi berhasil mengamankan sekitar 121 orang yang terlibat dalam aksi anarkis yang terjadi di sejumlah titik di Kota Purwodadi, Sabtu (30/8/2025).
Dari 121 orang tersebut, 99 diantaranya adalah para pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK. Sementara, 13 lainnya nonpelajar.
Tiga lainnya adalah warga biasa, empat pelaku berasal dari Blora dan dua dari Demak. Mereka diamankan saat insiden anarkis di depan Mapolres Grobogan.
BACA JUGA : Pemkab Menggelar Doa Bersama, Mahasiswa Demo ke DPRD
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono mengungkapkan, sebanyak 121 orang terlibat perusakan sejumlah fasilitas umum, Klinik Pratama Bhayangkara, Mapolsek Purwodadi, Pos Polisi di Simpang Lima, Perempatan Kencana dan depan Pasar Induk Purwodadi.
“Dari mereka yang kita amankan ini, jika memenuhi unsur pidana, pemeriksaan akan dilanjutkan,” jelas AKBP Ike Yulianto, Minggu (31/8/2025).
Dari ratusan yang diamankan, untuk mereka yang masih di bawah umur akan dipisah. Hal ini mengingat masa depan para pelajar yang masih panjang.
“Kita akan panggil orang tuanya, panggil sekolahnya dan kita berikan pembinaan,” jelas Kapolres.
Dalam kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti bom molotov yang dipergunakan oleh mereka dalam melakukan aksi anarkis yang menimbulkan kerusakan sejumlah fasilitas umum.
BACA JUGA : Mutasi 5 Pejabat Utama Polres Blora, Kapolres Minta Segera Adaptasi
Sebelumnya, polisi mengamankan satu persatu mereka yang terlibat dalam insiden anarkis dan dibawa ke Mapolres Grobogan.
Akibat aksi anarkisme itu, sejumlah fasilitas umum, pos polisi, Mapolsek Purwodadi, Klinik Pratama Bhayangkara hingga pagar Mapolres Grobogan rusak.
Sementara, layanan di Mapolsek Purwodadi yang sebelumnya terganggu, hari ini sudah mulai beroperasi kembali.
“Untuk Mapolsek Purwodadi, pelayanan sudah kembali normal,” pungkas AKBP Ike Yulianto.
TYA WIDYA













