blank
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo posko 96 di Desa Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang bersama warga dan perangkat desa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, pagi itu dipenuhi lautan warga yang mengenakan pakaian bertema merah putih. Ratusan warga dari berbagai dusun tumpah ruah di lapangan desa untuk mengikuti jalan sehat dan senam bersama dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo posko 96 bekerja sama dengan pemerintah desa dan karang taruna. Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah berbondong-bondong hadir. Mereka menempati barisan masing-masing sesuai papan nama dusun yang sudah disediakan panitia, sehingga tertata rapi dan penuh kekompakan.

Acara ini diikuti oleh seluruh dusun di Desa Jatirunggo, yaitu: Kedunggondang, Krajan, Kebonagung, Legarang, Getaskombang, Kunciputih, Jatikurung, Jatisari, Punkruk, Gambir, Seneng, dan Legarang Gunung. Antusiasme luar biasa terpancar dari wajah setiap peserta yang hadir, memperlihatkan semangat persatuan yang kental.

blank

Senam Bersama Sebagai Pembuka

Acara dimulai dengan senam massal di lapangan desa. Musik riang mengiringi gerakan instruktur senam, diikuti dengan kompak oleh seluruh warga yang mengenakan busana merah putih. Dari kejauhan, lapangan tampak seperti lautan bendera yang bergerak serentak. Anak-anak hingga lansia ikut menggerakkan tubuh dengan penuh semangat.

“Senamnya bikin badan segar. Apalagi pakai seragam merah putih, rasanya benar-benar seperti merayakan kemerdekaan,” ujar Talitha , salah seorang warga Dusun Kebonagung.

Peresmian oleh Kepala Desa

Usai senam, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Jatirunggo, Bapak Fauzan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran mahasiswa KKN UIN Walisongo posko 96 yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan ini.

“Perayaan HUT RI ke-80 ini spesial karena semua dusun ikut hadir dengan pakaian merah putih. Inilah simbol nyata persatuan kita. Terima kasih kepada adik-adik KKN UIN Walisongo yang sudah menggerakkan kegiatan positif ini,” ujar Fauzan, disambut tepuk tangan meriah.

blank
Penyerahan hadiah

Sebagai tanda dimulainya kegiatan jalan sehat, Kepala Desa mengibarkan bendera di depan garis start. Sorak-sorai warga menggema, menandai dimulainya acara jalan sehat yang ditunggu-tunggu. Setelah peresmian, peserta jalan sehat mulai dilepas dari garis start di lapangan desa. Rute yang ditempuh sepanjang 3 kilometer, melewati jalan utama desa, melintasi persawahan dan pemukiman warga, kemudian kembali lagi ke lapangan sebagai garis finish.

Peserta berjalan tertib sesuai barisan dusun masing-masing. Anak-anak berlari kecil sambil melambai-lambaikan bendera kecil merah putih, sementara orang tua berjalan santai sembari bercengkerama. Di beberapa titik rute, tim KKN sudah siap siaga sebagai petugas penunjuk jalan. “Jalan sehat ini bukan soal siapa cepat, tapi bagaimana kita bisa gembira bersama,” kata Fathan, anggota KKN posko 96.

Kupon Doorprize dan Harapan Warga

Menjelang garis finish, suasana semakin semarak. Tim KKN membagikan kupon doorprize kepada seluruh peserta. Semua warga tampak bersemangat menerima kupon, sambil berharap bisa mendapatkan hadiah.

Hadiah doorprize yang disediakan cukup beragam: mulai dari paket sembako, kipas angin, setrika, peralatan rumah tangga, hingga hadiah utama berupa sepeda listrik dan kulkas.

“Saya berharap mendapatkan doorprize utama, Sepeda Listrik ,” ujar Bambang, warga desa jatirunggo dengan penuh harapan.

Pengundian Doorprize dan Hiburan Dangdut

Setelah semua peserta tiba di lapangan, acara berlanjut ke sesi pengundian doorprize yang paling ditunggu-tunggu. Panitia memanggil nomor kupon satu per satu, diselingi teriakan gembira dari warga yang nomornya disebut.

Untuk menambah kemeriahan, panitia menghadirkan hiburan musik dangdut. Warga tak hanya menunggu nomor kupon mereka dipanggil, tetapi juga bernyanyi dan berjoget bersama. Beberapa anak muda maju ke depan panggung, menari dengan penuh semangat sambil membawa bendera merah putih.

“Bukan cuma sehat karena jalan pagi, tapi juga terhibur dengan musik. Rasanya seperti pesta rakyat,” ungkap Ratna, warga Dusun Kunciputih.

Sorakan paling meriah terjadi saat pemenang hadiah utama diumumkan. Saat nomor kupon pemenang sepeda listrik dibacakan, lapangan sontak riuh dengan tepuk tangan dan sorakan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur. Warga merasa bangga karena semua dusun bisa berkumpul dalam satu momen yang sama, merayakan kemerdekaan dengan damai dan penuh kekompakan.

“Kami jarang sekali bisa berkumpul sebanyak ini. Terima kasih kepada KKN UIN Walisongo yang sudah memfasilitasi. Semoga ke depan acara seperti ini rutin diadakan,” ujar Siti, warga Dusun Kebonsari.

Koordinator Desa KKN posko 96, Rosyadi, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi. “Kami ingin menciptakan momen kebersamaan. Semoga dengan kegiatan ini, persatuan warga Desa Jatirunggo semakin kuat,” katanya.

Menjelang siang, acara ditutup dengan sepatah kata dari perwakilan mahasiswa KKN. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh warga yang sudah mendukung penuh kegiatan.

“Kami belajar banyak dari kegiatan ini, terutama tentang arti kebersamaan. Semoga kenangan ini selalu diingat sebagai bagian dari sejarah semarak HUT RI ke-80 di Desa Jatirunggo,” ucap Rosyadi.

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta. Dari atas panggung, terlihat pemandangan lautan warga mengenakan baju merah putih berbaris rapi sesuai dusun masing-masing. Potret kebersamaan ini menjadi simbol nyata persatuan Desa Jatirunggo dalam merayakan kemerdekaan.

Makna Bagi Desa

Perayaan HUT RI ke-80 melalui jalan sehat dan senam bersama ini bukan hanya hiburan, melainkan sarana menumbuhkan persaudaraan, menjaga kesehatan, dan memperkuat nasionalisme. Keterlibatan seluruh dusun membuat kegiatan ini menjadi salah satu perayaan terbesar yang pernah diadakan di Desa Jatirunggo. Dengan penuh keceriaan, warga membuktikan bahwa kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan mengenang perjuangan, tetapi juga dengan memperkokoh persatuan di masa kini.

Najwa Nisrina Hanum , Mahasiswi KKN UIN Walisongo Posko 96.