JEPARA (SUARABARU.ID) – Agar para pengrajin ukir Jepara semakin berdaya hingga dapat naik kelas dan meningkat kesejahteraannya, Yayasan Pelestari Ukir Jepara mengusulkan kepada Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha agar bersedia memfasilitasi even pameran yang diperuntukkan khusus bagi tukang ukir.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto saat pekan lalu mengadakan audiensi dengan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha di kantornya. Turut mendampingi pengurus dan pembina yayasan Sutarya, Kus Haryadi, Fakhriun Na’am serta Amaliyatul Hidayah, sekretaris eksekutif Yayasan Peluk Jepara.

Menurut Hadi, pameran untuk tukang ukir ini sangat diperlukan untuk mendorong munculnya kreatifitas dan inovasi perajin dalam berkarya sekaligus mempertemukan mereka dengan para pengusaha dan pasar. Selama ini karya pengrajin sudah banyak yang masuk ke pasar ekspor. Namun nama mereka tidak dikenal.
“Harapan kami Kementerian Kebudayaan bersedia untuk memfasilitasi pameran bagi tukang ukir sebagai salah satu bentuk pemberdayaan pengrajin ukir. Sedangkan pameran karya tukang ukir ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ukir atau momentum lain yang tepat,” ujar Hadi

Sementara Sutarya mengungkapkan tentang pentingnya pelestarian seni ukir sebagai salah satu obyek pemajuan kebudayaan. “Persoalannya tidak banyak guru yang memiliki kompetensi mengukir. Karena itu perlu diciptakan guru yang mampu untuk memberikan pengajaran mengukir kepada siswanya. Setidaknya satu orang guru di setiap satuan pendidikan. Harapan kami Kementerian Kebudayaan atau Kementerian Dikdasmen dapat ambil bagian dalam hal ini,” ujar Sutarya
Mendengarkan usulan Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyatakan memberikan dukungan. Sebab empat strategi dalam memajukan kebudayaan adalah pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. “Pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bertujuan memperkuat unsur-unsur dalam ekosistem kebudayaan, sementara pembinaan bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam ekosistem kebudayaan,” urai Giring.
“Silahkan segera susun proposal kepada Bapak Menteri Kebudayaan dan koordinasikan dengan Bapak Bupati Jepara,” ujarnya.
Ia juga mendukung deklarasi Hari Ukir dari Jepara. “Seperti hari wayang dan batik yang telah diakui di tingkat nasional, Hari Ukir juga dapat menjadi momentum untuk melakukan gerakan bersama dalam pelestarian seni ukir yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan sedanag diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia ,” pungkasnya.
Hadepe













