blank
PSC 119 Dinas Kesehatan Grobogan memberikan simulasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Foto: Tya WIdya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Awak bus dan pengemudi di Terminal Induk Purwodadi mengikuti pelatihan pertolongan pertama yang digelar PSC 119 Dinkes Grobogan, Rabu (20/8/2025).

Kegiatan ini meningkatkan kesiapan mereka dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

PT Jasa Raharja menggandeng PSC 119 Dinkes Grobogan untuk menggelar pelatihan di kawasan Terminal Induk Purwodadi.

BACA JUGA : Kirab Budaya Hari Jadi Kebumen Ke-396 Lancar dan Meriah

Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan menekankan pentingnya peran awak bus sebagai garda terdepan keselamatan jalan.

Penanggung jawab Jasa Raharja dan Samsat Grobogan, Adi Setiawan, menegaskan pihaknya ingin membekali pengemudi serta kru bus dengan keterampilan dasar menolong korban. Ia menyebut pelatihan ini mampu menekan risiko fatalitas.

Adi Setiawan menjelaskan bahwa awak bus dan pengemudi harus segera menerapkan pertolongan pertama di lokasi kecelakaan. Ia menilai tindakan cepat dari mereka bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.

PRINSIP 3A

PSC 119 Dinkes Grobogan menyampaikan materi tentang prinsip 3A, yaitu aman diri, aman lingkungan, dan aman korban. Awak bus diminta tetap tenang agar tidak memperburuk kondisi darurat.

Instruktur PSC 119 juga melatih peserta mengecek kesadaran korban, memanggil bantuan, hingga memindahkan korban secara aman. Awak bus diajak aktif berlatih agar sigap menghadapi keadaan nyata.

Pengemudi dan kru bus turut belajar membuat cervical collar darurat dengan kain, kerudung panjang, atau kertas berbentuk kerucut. Cara ini menjaga leher korban tetap stabil sebelum tenaga medis datang.

Awak bus yang menguasai teknik sederhana ini bisa mencegah cedera tulang belakang korban bertambah parah. Mereka terbukti antusias saat mempraktikkan metode darurat tersebut.

Selain pelatihan, panitia membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengemudi di sekitar Terminal Induk Purwodadi. Warga bisa memeriksa tekanan darah, memperoleh obat, hingga berkonsultasi dengan dokter.

Dokter dari Puskesmas Purwodadi 1 ikut mendampingi layanan kesehatan tersebut. Kehadiran mereka membantu pengemudi dan warga terminal menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

Adi Setiawan menambahkan bahwa keselamatan penumpang tidak bisa dipisahkan dari kesehatan pengemudi. Ia mengingatkan pengemudi harus menjaga stamina agar perjalanan berlangsung aman.

Awak bus yang sehat dan terlatih akan lebih siap menghadapi keadaan darurat di jalan.

Kegiatan ini mendorong terciptanya budaya keselamatan baru di Terminal Induk Purwodadi.

BACA JUGA : Komisi IV DPR RI Dukung Penuh Tuntutan APTRI, Desak Pemerintah Segera Beli 100 Ribu Ton Gula Petani

Awak bus kini tidak hanya berperan mengantar penumpang, tetapi juga berperan sebagai penolong pertama.

Pelatihan PSC 119 Dinkes Grobogan membuktikan bahwa pengemudi dan kru bus bisa menjadi mitra penting dalam penyelamatan korban kecelakaan. Langkah ini memperkuat upaya pencegahan di jalan raya.

Dengan sinergi antara Jasa Raharja, PSC 119, dan para awak bus, Terminal Induk Purwodadi diharapkan menjadi contoh transportasi yang aman, sehat, dan siap menghadapi darurat.

 

TYA WIDYA