blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Ketua DPRD Saman Halim Nurrohman dan Forkopimda serta BIN pada Rakor Kominda di Hotel Mexolie,, Rabu 20/8.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menandasksnm untuk mewujudkan Kebumen aman dan nyaman maka para pimpinan daerah harus menjaga hati selalu bersih dan pikiran yang jernih.

Hal itu diungkapkan Bupati Lilis Nuryani pada Rakor Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Kebumen untuk penguatan sinergi antar unsur intelijen, di Hotel Mexolie, Rabu, (20/8) 2025.

Pertemuan ini bertujuan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.

Rakor dihadiri oleh Bupati Lilis Nuryani, Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, Komandan Kodim 0709 Letkol Arm Purba Sudiyo, Kepala Kejaksaan Negeri Endi Sulistyo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Saman Halim Nurohman, perwakilan BIN Korwil Kebumen, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta sejumlah asisten dan staf ahli.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberi sambutan pada Rakor Kominda di Hotel Mexolie, Rabu 20/8.(Foto:SB/Prokopim)

Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Kominda sebagai wujud perhatian dan kepedulian bersama untuk menjaga Kebumen tetap aman dan tenteram.

Beberapa potensi kerawanan yang perlu diwaspadai, meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Ini adalah tugas kita bersama. Jika kita ingin Kebumen selalu aman dan nyaman, maka kita harus menjaga hati kita selalu bersih dan pikiran jernih,”pesan Lilis.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat persatuan dan kerukunan, mewaspadai berita bohong atau hoaks, serta mendukung langkah-langkah aparat keamanan dan pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri menyampaikan pentingnya mengelola setiap informasi sekecil apa pun dengan baik dan tidak menganggap isu sebagai hal yang biasa.”Sekiranya bisa membantu meluruskan isu, agar bisa diluruskan,”tandas AKBP Eka Baasith.

Sedangkan Komandan Kodim 0709 Letkol Arm Purba Sudibyo menyampaikan analogi pemadam kebakaran untuk menggambarkan peran intelijen.

“Ibarat pemadam kebakaran, kalau ada api baru dipadamkan. Kalau kita, sebelum api muncul, kita padamkan,”jelas Dandim, menekankan pentingnya pencegahan dini.

Sementara itu perwakilan Korwil BIN Kebumen Andy menggarisbawahi perlunya sinergi dan kolaborasi antar instansi. Pengelolaan informasi dan bahan keterangan (baket) harus mengedepankan sinergitas, bukan ego sektoral.  Selain itu, terkait persaingan antara yayasan terkait dapur MBG dan sasaran penerima manfaat perlu dicermati.

“Konflik muncul karena adanya dugaan MoU  dengan sekolah yang dilakukan oleh pihak yayasan, seharusnya penentuan titik penerima manfaat harus ada koordinasi antara Forkopimcam dalam hal ini Camat, Danramil, dan Kapolsek serta yang paling penting adalah dari pihak SPPI yang memiliki tugas tersebut,”papar Andy.

Lebih lanjut, tuntutan dari tenaga honorer di berbagai wilayah yang mendesak kepastian status terus meningkat. Ketidakjelasan status mereka bisa menjadi pemicu aksi unjuk rasa.

“Oleh karena itu, perlu ada sinergi dan komunikasi lintas pihak untuk mencegah konflik yang tidak diinginkan dan menjaga stabilitas sosial di Kebumen,”tandas Andy.

Komper Wardopo