Miarsa tampil dalam art project Penta Klabs 5 yang diinisiasi Kolektif Hysteria. foto : hp
SEMARANG (SUARABARU.ID) – Memasuki hari ke 20 sejak Penta KLabs 5 dirilis, Kolektif Hysteria melalui program ‘Untuk Perhatian’ menggandeng Miarsa, yakni platform instrumen builder yang rata-rata dari kampus musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang untuk membuat aktivasi.
Instrumen builder sendiri merupakan sekelompok pecinta instrumen musik yang menciptakan nada alternatif menggunakan berbagai alat-alat yang ada yang menghasilkan bebunyian yang terdengar unik.
Berlokasi di Gedung Monod Diephuis, Kota Lama Semarang, Rabu 20 Agustus 2025 hingga 4 hari mendatang, Miarsa membuat presentasi publik berupa diskusi dan pameran karya seni bunyi bertajuk sem(b)arang.
Miarsa, sebagai komunitas yang mengeksplorasi bunyi sebelumnya pernah menggelar isntalasi bunyi mereka beberapa bulan lalu di Galeri B9 Unnes. Tertarik pendekatannya tersebut, Hysteria mengajak mereka bersama 16 komunitas lainnya untuk terlibat dalam Penta Klabs 5 tahun ini.
Anita Dewi, selaku ketua panitia Penta Klabs 5 mengatakan, meskipun tidak baru-baru amat dalam dunia seni, pendekatan yang dilakukan Miarsa, namun untuk ukuran Semarang ekspresi artistik mereka masih sangat jarang.
“Pendekatannya sangat segar di Semarang, instrumen bunyi yang unik berikut bunyinya yang dirangkai dalam instalasi seni menjadikan presentasi ini patut diapresiasi,” ujarnya pada media Rabu 20 Agustus 2025.
Tidak butuh waktu lama bagi Miarsa untuk mempersiapkan pameran ini karena pada dasarnya materinya sebagian besar sudah ada tinggal melakukan penyesuaian ruang dan alat saja.
Dalam rilisannya, disebutkan kalau project ini berangkat dari kegelisahan terhadap sebuah dominasi konvensi musik di ranah pendidikan musik, beberapa periset, akademisi, dan seniman lintas disiplin melahirkan ruang pameran seni bunyi bertajuk Miarsa Sound Exhibition mulai tahun 2024.













