JEPARA (SUARABARU.ID) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Kabupaten Jepara bekerja sama dengan MGMP Tata Busana Provinsi Banten dan Yayasan Kartini Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Berbasis AI dengan tema “Kebaya Kartini”. Kegiatan ini juga diinisiasi Ketua MGMP Tata Busana Provinsi Banten, Watini S.Pd dengan harapan dari workshop ini menghasilkan modul dan ATP berbasis deep learning
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di ruang meeting Dinas Komunikasi dan Informatika, lantai dua Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Jepara dan ruang maya zoom, pada Rabu (20/8), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Acara dihadiri 100 guru tata busana dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Jepara, Provinsi Banten, Jambi, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta.

Sambutan oleh Ketua MKKS SMK Kabupaten Jepara, Suswanto Djony Setiawan, M.Pd. Foto: Amaliyatul
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua MGMP Tata Busana se – Pulau Jawa, Indria Mustika, M.Pd., Ketua MKKS Kabupaten Jepara, Suswanto Djony Setiawan, M.Pd., serta Pengawas SMK Cabdin 2, Susanti Ning Astuti, S.Kom. Turut hadir pula Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Drs. Hadi Priyanto, M.M.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Suswanto menyampaikan harapannya agar MGMP Tata Busana di berbagai daerah dapat bersinergi dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus mengembangkan keterampilan siswa.

Suswanto juga menekankan pentingnya growth mindset untuk menciptakan delapan dimensi profil lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Dalam sambutan pembukanya, ketua MGMP Tata Busana Kab. Jepara, Nur Aini menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat memberikan pandangan dan menambah pengetahuan para peserta tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pemodelan kebaya Kartini dan strategi pembelajaran mendalam bagi guru.

Pada sesi selanjutnya, Indria Mustika memaparkan rancangan pembelajaran materi terkait pembuatan kebaya Kartini, yang diharapkan menjadi inspirasi pengembangan keterampilan tata busana di sekolah.
Sementara itu, Susanti Ning Astuti memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam penyusunan perangkat pembelajaran mendalam. Dengan adanya bimtek ini, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi dan kreativitas dalam pembelajaran, sehingga dapat mencetak lulusan yang adaptif dan inovatif sesuai dengan perkembangan dunia industri dan pendidikan.
Amaliyatul













