WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Prof Dr Sri Haryanto, M Pd I, Wakil Rektor I Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, akan dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Psikologi Pendidikan, hari ini, Selasa (19/8/2025), di Gedung Pascasarjana Kampus I Unsiq Jateng di Kalibeber Mojotengah Wonosobo.
Akademisi yang akan menerima anugerah tertinggi dalam dunia akademik adalah seorang ilmuwan, pendidik, peneliti dan pengabdi yang kiprahnya telah melintasi ruang-ruang kelas, laboratorium penelitian dan medan pengabdian masyarakat.
Dia adalah Prof Dr Sri Haryanto, MPdI merupakan Guru Besar kedua di Unsiq Jateng, setelah sebelumnya, Prof Dr Hermawan, ST MT, memperoleh gelar yang sama sebagai profesor di bidang Tehnik Sipil. Prof Sri juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) dan Dekan FITK Unsiq.
Dia lahir di Wonosobo pada 15 November 1979 di sebuah Desa Sariyoso yang sejuk di lereng Gunung Sindoro Wonosobo. Prof Sri merupakan putra dari pasangan Aris Affandi dan Sri Lestari, keluarga sederhana yang sejak kecil ditanamkan nilai keikhlasan, kerja keras, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan.
“Nilai-nilai inilah telah menjadi fondasi kokoh dalam membentuk karakter dan mengarahkan visi hidup saya. Sejak kecil saya sudah suka membaca dan mencintai ilmu pengetahuan. Buku apa saja saya baca, yang penting bisa menambah wawasan dan pengetahuan baru,” katanya, Selasa (19/8/2025).
Prof Sri menempuh pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya. Dia kemudian melanjutkan studi Sarjana Strata Satu di IAIN kini Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada bidang Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).
Perjalanan akademiknya berlanjut dengan meraih Magister Pendidikan Islam di Unsiq Jateng di tahun 2011. Puncaknya gelar Doktor Psikologi Pendidikan Islam dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) direngkuh pada tahun 2021.
“Saya juga telah mengantongi sertifikasi peneliti kuantitatif dan kualitatif berskala internasional. Sebagai peneliti, saya telah meraih tidak kurang dari 24 hibah penelitian dan 21 hibah pengabdian kompetitif,” terang dia yang juga alumni SMA Negeri 2 Wonosobo itu.
Kiprah kepemimpinan beliau di dunia pendidikan tercermin dari berbagai jabatan strategis yang pernah diemban. Yakni Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FITK, Kepala LP3M, hingga Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) di Unsiq Jateng.
Di tangan Prof Sri, lahirlah inisiatif besar, mulai dari pendirian program studi baru, penguatan klaster riset dan pengabdian, hingga mengantarkan lima program studi di FITK Unsiq meraih predikat unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Akademisi Visioner

Semua itu, menjadi bukti kepemimpinan akademik yang visioner dan transformatif. Karya ilmiahnya mencakup lebih dari 300 artikel di jurnal nasional dan internasional bereputasi. Karya-karya ilmiah tersebut yang pada akhirnya mengantarkan pria berkacamata tebal itu, mendapat gelar Profesor.
Setidaknya, 36 buku di berbagai bidang keilmuan dan 26 hak kekayaan intelektual yang memperkuat kontribusinya dalam inovasi pendidikan sudah dia ciptakan. Setelah jadi guru besar, Prof Sri pun tidak akan berhenti berkarya di bidang ilmu pengetahuan.
Jejak akademiknya terdokumentasi dalam berbagai basis data ilmiah dunia, mulai dari Scopus, Sinta, Orcid, hingga Google Scholar. Hal itu membuktikan bahwa karya-karya ilmiah telah terpublikasikan di jurnal ilmiah internasional.
Di luar kampus, beliau adalah figur penggerak masyarakat. Dia adalah Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Wonosobo, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Aktivis Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI, dan Ketua Lembaga pada PCNU Kabupaten Wonosobo.
Semua kiprah tersebut, membuktikan bahwa komitmennya bukan hanya pada pengembangan ilmu, tetapi juga pada penguatan moral, sosial dan spiritual masyarakat. Pencapaian yang diraih Prof Sri dan disaksikan hari ini, bukanlah hal yang mudah. Namun, juga bukan sesuatu yang mustahil.
“Perjalanan menuju Guru Besar, dilalui melalui jalan panjang yang penuh kesabaran, ketekunan dan daya juang yang tinggi. Meski proses itu memerlukan pengorbanan yang tidak ringan, saya dapat menempuhnya dalam waktu yang relatif singkat,” akunya.
Prof Sri memulai sebagai Asisten Ahli tahun 2013,
naik menjadi Lektor pada tahun 2016. Lalu meraih jabatan Lektor Kepala tahun 2023. Setelah jadi Dekan FITK kini dia pun naik jabatan menjadi Wakil Rektor I Unsiq Jateng di Wonosobo.
Berselang dua tahun, pada 1 Juni 2025, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, dia secara resmi ditetapkan sebagai Profesor dalam kepakaran Psikologi Pendidikan.
Dengan segala prestasi, pengabdian dan integritasnya, Prof Sri adalah cerminan nyata akademisi yang memadukan dzikir, fikir dan amal. Tiga amal itulah yang selama ini dia lakukan hingga meraih puncak sebagai akademisi menjadi seorang Profesor.
Melalui kepakaran dalam Psikologi Pendidikan dan psiko-spiritual, dia terus menebar inspirasi untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan membangun peradaban yang berkeadaban. Jika peradaban maju maka dunia pendidikan pun akan maju.
Hari ini, Unsiq tidak hanya mengukuhkan seorang Guru Besar, tetapi juga mengakui perjalanan panjang seorang ilmuwan yang telah membaktikan hidupnya bagi ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan keummatan.
Selamat atas pengukuhan Guru Besar Psikologi Pendidikan. Semoga Allah senantiasa memberkahi langkah dan karya Prof Sri dalam menginspirasi generasi demi generasi mendatang.
Muharno Zarka













