blank
Pengibaran bendera merah putih di halaman Masjid Kampung Pagude Pagerkukuh Wonosobo sebelum dilakukan gotong royong. Foto : SB/dok Warga Pagude

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Warga RW 05 Kampung Pagude, Kelurahan Pagerkukuh, Wonosobo Jawa Tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 dengan cara yang berbeda.

‎Pada momentum perayaan kemerdekaan RI tahun 2025 ini, warga gotong royong melakukan pengecoran menara masjid setinggi 17 meter, Minggu (17/8/2025).

‎Meski tidak menggelar upacara bendera seperti biasa, kegiatan itu tetap menampilkan prosesi pengibaran bendera merah putih secara simbolis di puncak menara.

‎“Tadi ada pengibaran bendera merah putih di atas menara masjid sebagai simboli perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80,” ujar, Ketua RW 05 Kampung Pagude Kelurahan Pagerkukuh Wonosobo, Jumadi.

Menurutnya, ‎oekerjaan pengecoran dimulai pagi hari. Sejak pukul 06.00 WIB, warga dari berbagai kalangan seperti remaja, pemuda, hingga sesepuh berkumpul di halaman masjid.

“‎Sebelum aktivitas fisik dimulai, Kiai Jumaeri memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran pengerjaan,” katanya.

Dikatakan Jumadi, ‎sumber dana pembangunan menara berasal dari swadaya masyarakat berupa amal dan infak warga setempat.

“‎Menara itu dibangun sebagai simbol syukur sekaligus sarana dakwah dan penanda kebersamaan masyarakat,” tegas dia.

Kebutuhan Lokal

blank
Bendera merah putih berhasil dikerek ke Menara Masjid Kampung Pagude Pagerkukuh Wonosobo oleh warga setempat. Foto : SB/dok Warga Pagude


‎Bentuk perayaan ini dipilih, lanjutnya, karena mempertimbangkan kondisi lokal dan kebutuhan fasilitas ibadah yang memang mendesak di lingkungan Pagude.

“Pengecoran menara masjid bukan sekadar pekerjaan fisik, namun kegiatan ini menjadi ajang penguatan jaringan sosial antar warga,” tegasnya.

‎Para pemuda ditugaskan menopang logistik bahan, sementara yang lainnya menyiapkan konsumsi, dan tokoh masyarakat mengkoordinasi urutan kerja.

‎Keterlibatan lintas generasi itu dinilai memperkaya makna kemerdekaan yang dirayakan.

‎Momentum ini bukan hanya peringatan seremonial, tetapi aksi nyata yang memberi manfaat jangka panjang bagi komunitas.

‎Jumadi menyebut aksi gotong royong semacam ini menegaskan kembali prinsip kebersamaan yang menjadi fondasi persatuan bangsa.

“‎Kehadiran simbol bendera di puncak menara diharapkan menjadi pengingat publik bahwa kemerdekaan harus dirawat melalui kerja kolektif,” cetusnya.

‎Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 ini, menurut Jumadi, memiliki makna reflektif sekaligus praktis bagi masyarakat.

Pesan Kemerdekaan

blank

‎Dari peristiwa di Kampung Pagude, beberapa pesan Kemerdekaan RI yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

‎Pertama, melestarikan gotong royong. Menjadikan kerja bersama untuk kepentingan umum (mis. perbaikan fasilitas publik) sebagai bentuk nyata menjaga solidaritas sosial.

‎Kedua, bergerak pada skala lokal. Pembangunan fasilitas sederhana melalui swadaya warga menunjukkan kemandirian komunitas dan mengurangi ketergantungan pada birokrasi.

‎Ketiga, menumbuhkan tanggung jawab kolektif: Keterlibatan lintas usia dalam sebuah proyek mengajarkan generasi muda nilai tanggung jawab terhadap lingkungan dan tetangga.

‎Keempat, menghormati simbol negara: Pengibaran bendera, meski simbolis, memperkuat rasa nasionalisme dan menghargai perjuangan para pendahulu.

‎Kelima, menguatkan nilai religius dan kebersamaan: Doa bersama sebelum bekerja menegaskan bahwa kerja sosial dan spiritual bisa berjalan seiring untuk tujuan bersama.

‎Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut makna kemerdekaan akan terus hidup dan memberi manfaat nyata bagi keseharian masyarakat.

‎Kegiatan pengecoran menara masjid di Pagude menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus selalu lewat upacara besar.

‎Aksi kolektif yang menghasilkan fasilitas publik dan diakhiri dengan pengibaran bendera simbolis adalah bentuk lain dari merawat kemerdekaan.

‎Menghadirkan manfaat nyata, mempererat ikatan sosial, dan menanamkan rasa cinta tanah air lewat tindakan sehari-hari.

Muharno Zarka