blank
Tim Praja Kalikajar FC dari Kecamatan Kalikajar mengangkat tropi bersama Bupati Wonosobo dan Camat Kalikajar. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Praja Kalikajar FC dari Kecamatan Kalikajar Wonosobo keluar sebagai juara I pada turnamen Piala Kemerdekaan RI, yang digelar Askab PSSI dan Pemkab Wonosobo.

Praja Kalikajar FC memastikan keluar sebagai tim terbaik dalam turnamen yang digelar tiap bulan Agustus itu, setelah berhasil membekuk tim Praja Leksono FC Kecamatan Leksono pada partai final dengan skor 2-1.

Partai final digelar di Stadion Pancasila, pada Jumat (15/8/2025). Di posisi ketiga ditempati dua tim sekaligus yakni kesebelasan Praja Watumalang FC dari Kecamatan Watumalang dan tim Praja Garung dari Kecamatan Garung. Keduanya merupakan tim semifinalis yang digelar sebelumnya.

Turnamen Piala Kemerdekaan RI diikuti 16 tim. Mereka merupakan tim perwakilan 15 Kecamatan dan satu tim lagi kesebelasan Praja Setda FC dari Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo.

Semua pemain turnamen Piala Kemerdekaan merupakan ASN Kecamatan/Kelurahan atau Setda dan Kepala Desa/Perangkat Desa dari masing-masing Kecamatan yang ada.

Jalannya partai puncak antara dua tim tangguh cukup ketat. Kedua tim yang juga merupakan finalis turnamen Piala Kemerdekaan tahun 2024 lalu itu, saling adu serangan. Namun skor akhir tak berubah tetap 2-1 untuk kemenangan Praja Kalikajar FC.

Praja Leksono FC merupakan juara Piala Kemerdekaan sebelumnya dan Praja Kalikajar FC runner up. Tapi kini situasi berbalik giliran Praja Kalikajar FC unggul atas Praja Leksono FC.

Pertandingan pamungkas Piala Kemerdekaan dihadiri langsung Bupati Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Amir Husein, Kapolres AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM, Ketua Umum Askab PSSI Wahyu Nugroho dan perwakilan Kodim 0707/Wonosobo.

Penyelesaian Stadion

blank
Tim Praja Leksono FC dari Kecamatan Leksono sebagai juara II mengangkat tropi bersama Bupati Wonosobo dan Camat Leksono. Foto : SB/Muharno Zarka

Bupati Afif Nurhidayat menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah mensukseskan turnamen Piala Kemerdekaan yang digelar dalam rangka menyemarakan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025 ini.

“Atmosfer turnamen Piala Kemerdekaan kali ini sungguh luar biasa. Karena penonton dan suporter cukup banyak. Pemain juga menunjukkan semangat juang yang tak kenal lelah. Ini tentu menjadi energi baru untuk mengembangkan dunia sepakbola di Wonosobo,” sebutnya.

Bahkan Bupati Wonosobo mengaku sempat diprotes beberapa Kepala Desa dan Perangkat Desa. Karena sudah giat latihan main hanya sekali lantaran kalah di sistem gugur. Ke depan barangkali turnamen Piala Kemerdekaan bisa menggunakan sistem setengah kompetisi bukan sistem gugur.

Sementara itu, Ketua Umum Askab PSSI Wonosobo Wahyu Nugroho menyampaikan turnamen Piala Kemerdekaan ini merupakan kesempatan pertama menggunakan Stadion Pancasila Wonolelo yang belum sepenuhnya jadi atau sempurna.

“Dengan kondisi stadion baru yang sempurna ini, mudah-mudahan dengan menggelar event sepakbola di sini, Pemkab Wonosobo bisa segera menyelesaikan pembangunan stadion hingga finish,” ujarnya.

Sebab, menurut Wahyu, Askab PSSI setempat punya agenda mendesak berupa turnamen Galakarya dan Liga 1 dan Liga 2 PSIW. Event Galakarya akan diputar pada bulan September 2025 dan bisa memanfaatkan Stadion Pancasila lagi. Sedang Liga 1 dan Liga 2 PSIW bisa diputar di lapangan lain.

Kondisi stadion saat ini masih belum seratus persen jadi. Karena lapangan masih belum rata sepenuhnya dan perlu diselesaikan. Tribun penonton juga baru berupa bangunan beton dan belum ada teralis untuk pengaman penonton.

Kondisi pinggir lapangan dan lahan parkir penonton masih apa adanya. Karena masih dipenuhi rerumputan dan tanahnya belum rata. Tembok pembatas stadion juga masih belum diplester.

Muharno Zarka