WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Karena tiupan angin kencang, kendali parasut paralayang sulit dikendalikan. Dampaknya, seorang atlet paralayang temangsang (nyangkut) di pucuk pohon, gagal mencapai sasaran ke titik pendaratan yang dituju, yakni hamparan tanah terbuka.
Kondisi atlet paralayang yang temangsang di pucuk pohon dalam kondisi pingsan, mengundang iba banyak orang. Beberapa warga yang menyaksikan, menyebutkan ada orang ‘meninggal’ tersangkut di pucuk pohon. ”Tidak ada yang meninggal,” tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama.
Kata Fuad, itu memang menjadi bagian skenario dari simulasi pelatihan penanganan bencana, utamanya cara untuk memberikan teknis pertolongan dalam mengevakuasi orang yang temangsang di pucuk pohon. Pelatihan ini dilakukan Selasa (12/8/25) di komplek Gedung Olahrahga (GOR) Girimandala Kabupaten Wonogiri.
Pelatihan penanganan bencana secara bersama ini, dilakukan oleh para relawan siaga bencana dengan melibatkan personel dari Polres Wonogiri dan para prajurit TNI dari jajaran Kodim 0728. Melibatkan para personel dari BPBD, para relawan Search And Rescue (SAR) dan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Juga melibatkan Tim Medis dari RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dipimpin langsung Direktur RSUD Dokter Adhi Dharma.
Dalam praktik simulasi, khususnya penyelamatan dan pemberian pertolongan pada atlet para layang yang temangsang di pucuk pohon, dilakukan dengan teknik vertical rescue. Dengan mengedepankan penyelamatan orangnya, baru kemudian mengambil parasut-nya.
Kata Fuad, pelatihan bersama ini diikuti sebanyak 1.100 peserta. Termasuk dari berbagai komunitas relawan siaga bencana yang eksis di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang bersifat massal ini, sekaligus sebagai ajang silaturahmi sesama relawan bersama para pihak terkait.
Lintas Sektor
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, ikut hadir dalam pelatihan bersama itu, Kapolres Wonogiri yang diwakili Wakapolres Kompol Parwanto. ”Ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memperkuat koordinasi lintas sektor,” jelas AKP Anom Prabowo.

Personel Polres Wonogiri dan prajurit TNI AD dari Kodim 0728, ikut serta ambil bagian dalam latihan bersama tersebut. Kepada peserta, juga diberikan materi teknis bantuan hidup dasar oleh Tim Medis dari RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Bersama itu, diberikan pula materi pelatihan tentang penanganan ular berbisa dan mengamankan sarang tawon (lebah) yang keberadaannya membahayakan warga, serta simulasi praktik evakuasi penyelamatan darurat korban bencana.
Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, kegiatan ini sekaligus untuk memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2025. Sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Wonogiri, masuk kabupaten berkategori rawan bencana. Selama Tahun 2024, tercatat telah terjadi 134 kejadian tanah longsor, 16 kali bencana banjir, 61 kali bencana angin kencang dan 27 kali musibah kebakaran.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi digelarnya pelatihan bersama. Ikut dilibatkannya peran aktif jajaran TNI/Polri di Wonogiri, ini sebagai upaya memperkuat koordinasi penanganan bencana di lapangan. “Kecepatan dan kekompakan dalam penanganan di lapangan, menjadi kunci utama penyelamatan korban bencana,” ujarnya.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menegaskan, pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam melakukan penanganan bencana. “Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan relawan, kita bisa wujudkan Wonogiri yang tangguh menghadapi bencana,” tandas Bupati.(Bambang Pur)













