WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tenis dan atletik Kabupaten Wonogiri, dinyatakan telah lolos ke Porprov Jateng 2026. Sementara 22 Cabang Olahraga (Cabor) lainnya, berupaya berebut tiket untuk menyusul lolos ke event olahraga bergengsi empat tahunan di tingkat regional tersebut.
Ketua KONI Kabupaten Wonogiri, Sungkono, menyatakan hal tersebut Selasa (12/8/25), saat upacara pelepasan Kontingen Wonogiri maju ke Pra Porprov Jateng yang digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Bersamaan itu, juga dilakukan pelepasan atlet ke Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparda) NPCI Tahun 2025.
NPCI adalah singkatan dari National Paralympic Committee Indonesia atau Komite Paralimpiade Nasional Indonesia. Ini adalah organisasi yang bertanggung jawab untuk menghimpun, membina, melatih, dan mengkoordinasikan kegiatan olahraga bagi atlet penyandang disabilitas di Indonesia, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Upacara pelepasan dilakukan Bupati Setyo Sukarno dan Wakil Bupati (Wabup) Imron Rizkyarno bersama Sekda FX Pranata dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Disporapar) Haryanto. Ditandai dengan pengalungan ID Card kepada perwakilan atlet Laila Nurul Humairoh (karate) dan Arif Irawan atlet NPCI, yang sebelumnya mewakili seluruh Kontingen Wonogiri, menyampaikan kata pamitan dan mohon doa restu.
Laila Nurul Humairoh adalah seorang atlet karate asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang kini menjadi Polwan di Polres Wonogiri. Ia dikenal sebagai karateka berprestasi sejak muda usia. Ini ditandai ketika meraih gelar The Best Fighter Female dalam kejuaraan karate internasional di Leksemburg pada Tahun 2017.
Dunia
Saat itu, Laila Nurul masih berusia 14 tahun dan juga meraih medali emas di nomor kumite dan perak di nomor kata. Laila dilatih oleh Babinsa Serma Maryadi (ayah Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno), yang waktu itu berdinas dii Koramil Girimarto Kodim 0728 Wonogiri. Sejak berprestasi di tingkat dunia, Laila, sering mengikuti kejuaraan di Tanah Air dan selalu mendapatkan gelar juara. ”Saya akan ikut Pra Porprov Jateng untuk membela Wonogiri,” ujarnya.
Upacara pelepasan Kontingen Wonogiri ke Pra Porprov Jateng, dimeriahkan dengan atraksi Pencak Silat dan demo ketangkasan jurus karate. Dirangkai dengan pembacaan doa oleh Ustadz Imam Mawardi. Semua atlet,, melakukan jabat tangan dengan Bupati, Wabup, Sekda, Kepala Disporapar dan Ketua KONI, sebagai ungkapan pamit maju ke Pra Porprov Jateng.
Ketua dan Sekretaris KONI Kabupaten Wonogiri, Sungkono dan H Joko Santosa HP, menyatakan, Kontingen Wonogiri yang maju ke Pra Porprov Jateng Tahun 2025 berjumlah sebanyak 300 atlet dan pelatih. Ditambah 20 atlet NPCI dan 9 atlet ke Peparda. ”Harapan kami, cabor lain dapat lolos mengikuti jejak atletik dan tenis,” jelas Ketua KONI Wonogiri Sungkono. Kami, tambahnya, bertekad dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Kabupaten Wonogiri.
Bupati Setyo Sukarno, menyatakan, Pemkab Wonogiri akan memberikan bonus kepada para atlet yang berprestasi. ”Tidak masalah uang APBD dikeluarkan untuk memberikan penghargaan kepada atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Wonogiri,” tegas Bupati.
”Apakan kalian bisa berprestasi lebih baik lagi ?” tanya Bupati disambut teriakan serentak para atlet: ”Sangguuuuuuup….” yang disambung dengan pesan Bupati: ”Nama baik Wonogiri bergantung pada pundak kalian semua.”
Bupati berharap, prestasi para atlet akan memperbaiki peringkat Wonogiri di Porprov Tahun 2026 mendatang. Setelah pada event Porprov yang lalu, Wonogiri terpuruk berada pada urutan kedua dari bawah tau urutan ke 33 dari 35 kabupaten/kota se Jateng.(Bambang Pur)













