KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Di tengah ketatnya bisnis kuliner di Kota Kebumen, rumah makan (RM) “Sabar Menanti “ hadir dengan menyajikan spesial menu masakan rumahan, sejak Minggu (10/8).
Lokasi rumah makan ini sangat strategis. Di utara Masjid Agung Kauman Kebumen. Tepatnya Jalan Merdeka 199 Kebumen. Dekat dengan pusat pemerintahan dan tempat ibadah. Area parkir bisa di depan RM, bisa pula di halaman Masjid Agung maupun di Alun-alun Kebumen.
Adapun menu rumahan yang menjadi andalan di RM Sabar Menanti antara lain sayur lodeh, sayur bening dan serba oseng. Ada sayur oseng kacang panjang, oseng terong, oseng buncis, oseng kangkung, oseng tahu dan kecambah serta masih banyak lainnya, layaknya masakan khas Jawa.
Adapun menu unggulan lainnya ada sop daging sapi, sop tulang sapi, sop daging ayam, rendang daging sapi dan rendang tulang, serta ayam bumbu santan dan opor. Bahkan ada menu yang belum begitu familiar dikonsumsi namun lezat, yaitu masakan ala Padang dan Palembang.

Selain itu masih ada bacem tahu tempe, pepes ikan, mangut ikan, serta aneka lalapan. Sambal andalan yakni sambal terasi dan sambal tomat.
Owner RM Sabar Menanti ini Drs H Agus Muhammad Jumali MPd (60). Dia seorang ASN guru yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Padureso, Kebumen.”Saya akan purna 1 September 2025, dan memilih fokus ke bisnis rumah makan ini untuk aktivitas sehari-hari,”tandas dia.
Menurut Jumali, lokasi rumah makan ini dari depan memang terkesan kecil di deretan pertokoan. Namun di dalam ada ruangan lumayan luas untuk duduk dan lesehan. Ornamen warna RM Sabar Menanti dominan oranye, agar segar dipandang.
Jumali mengaku, semakin mantap terjun ke usaha kuliner setelah menjelang purna ASN ia bergabung dengan komunitas entrepreneur Indonesian Islamic Business Forum (IIBF). Bahkan telah mengikuti training, dan kian bersemangat setelah menerima ilmu dari para pelaku usaha IIBF Jateng.

Jumali menargetkan, konsumen pelanggannya kelas menengah dari berbagai lapisan masyarakat. Rumah makan miliknya ia desain bercita rasa restoran, namun harga pelajar. Meski disajikan prasmanan, harga terjangkau untuk semua kalangan.
“Bagi yang usai jamaah Salat Duhur dan Ashar silahkan sehabis ibadah rehat dan mampir ke rumah makan kami. Insya Allah harga sangat terjangkau dan menunya lengkap, masakan rumahan kami sajikan prasmanan langsung bayar,”terang pria yang di masa mudanya aktif di HMI Cabang Surakarta itu.
Sejak Grand Opening Minggu (10/8) dan di awal buka, Jumali lebih banyak melibatkan anak muda mahasiswa dan aktivis HMI. Ia ingin mendorong kaum muda tak sungkan belajar berbisnis. Termasuk buka rumah makan ataupun warung.
RM Sabar Menanti setiap hari buka Pukul 09.00-17.00. Malam tutup.”Biarlah petang dan malam itu rezekinya mereka yang jualan di seputar Alun-alun. Apalagi agama mengajarkan, siang waktunya untuk bekerja dan mencari rezeki, malam saatnya istirahat dan beribadah,”tandasalumni S1 dan S2 UNS Surakarta tersebut.
Komper Wardopo













