JAKARTA (SUARABARU.ID) – Dalam meningkatkan sinergi dan memperkuat koordinasi antar unit dalam pengoperasian pembangkit, PLN Indonesia Power menggelar kunjungan kerja ke Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Gandul, Jakarta, belum lama ini.
Kegiatan ini melibatkan jajaran dari Kantor Pusat (Head Office) serta perwakilan dari tiga Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) yaitu UBP Semarang, UBP Priok, dan UBP Cilegon.
Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Knowledge Sharing dan Sharing Session antar pelaku operasional pembangkit, dan pengatur beban sistem kelistrikan nasional. Kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman bersama terkait tantangan dan strategi pengoperasian pembangkit, serta memastikan koordinasi yang optimal dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jawa-Bali wilayah dengan beban listrik tertinggi di Indonesia.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung intensif, masing-masing UBP memaparkan profil pembangkit, sistem operasional, serta inovasi yang diterapkan dalam menjaga performa unit pembangkitan.
Berbagai permasalahan teknis maupun non-teknis yang dihadapi dalam operasional harian juga dibahas secara terbuka, mulai dari dinamika pasokan bahan bakar, kendala pemeliharaan peralatan, hingga tantangan dalam memenuhi permintaan beban secara real time.
Dari sisi UIP2B, dijelaskan pula bagaimana mekanisme pengaturan beban secara terpusat dilakukan, termasuk pentingnya peran komunikasi dan pelaporan real-time dari tiap unit pembangkitan untuk memastikan kestabilan sistem kelistrikan.
Dalam kesempatan ini, UIP2B juga menekankan pentingnya respon cepat dan fleksibilitas operasional dari tiap unit pembangkit, terutama dalam menghadapi kondisi tak terduga seperti lonjakan beban, gangguan jaringan, atau kebutuhan pemeliharaan mendadak.
Senior Manager PLN IP UBP Semarang, F. Erwin Putranto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kolaborasi antardivisi dan unit kerja.
“Melalui forum ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya peran masing-masing dalam menjaga keandalan sistem listrik jawa-bali. Kolaborasi erat antara pembangkit dan UIP2B adalah kunci dalam menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang membangun semangat kolaboratif, menyelaraskan strategi operasional, dan membuka peluang peningkatan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem monitoring berbasis data.













