blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan anggota DPD RI Jateng sekaligus Ketua PGRI Jateng H Muhdi serta sejumlah tokoh pada Dialog Pendidikan di Pendopo Kabumian, Selasa 5/8.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sejumlah tokoh memberi masukan dan pemikiran pada Dialog Pendidikan bertajuk Membangun Sinergi untuk Pendidikan yang Berkualitas di Kabupaten Kebumen.

Acara kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu belangsung pada Selasa (5/8) di Pendopo Kabumian, bertujuan mencari solusi bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kebumen, yang hingga kini masih menyandang predikat kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

Hadir Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Ketua I DPD RI yang juga Ketua PGRI Jawa Tengah Dr H Muhdi SH MHum, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, serta Ketua PGRI Kebumen Dr Agus Sunaryo MPd.

Selain itu juga hadir jajaran kepala dinas terkait, kepala sekolah, pengawas, hingga tenaga kependidikan se-Kabupaten Kebumen.

blank
Anggoa DPD Ri yang juga Ketua PGRI Jateng H Muhdi bertukar cindera mata dengan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Selasa 5/8.(Foto:SB/Prokopim)

Ketua PGRI Kebumen Agus Sunaryo menekankan pentingnya sinergi dari seluruh komponen pendidikan. Dari level terendah hingga tertinggi, untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kebumen.

“Semua komponen pendidikan di Kebumen harus berkontribusi bersama untuk memajukan pendidikan,”ujarnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menyatakan, pendidikan adalah kunci masa depan Kebumen. Menurutnya, pendidikan bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Ilmu pengetahuan tanpa akhlak ibarat kapal tanpa kompas. Kita banyak melihat persoalan bangsa yang timbul bukan karena kurangnya kecerdasan, tetapi karena rapuhnya moral dan lemahnya integritas,”tegas Lilis.

Bupati berpesan agar anak-anak tidak hanya dibekali penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong royong, serta rasa cinta Tanah Air.

Senada dengan Bupati Lilis, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Faiz Alauddien Reza Mardhika menyebut bahwa predikat kabupaten termiskin yang disandang Kebumen menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan.

Reza memaparkan tiga aspek penting dalam pendidikan berkualitas, yaitu pemerataan, kualitas, dan relevansi.

Dokter Reza juga mengungkapkan data yang memprihatinkan. Yaitu angka pengangguran tertinggi di Jawa Tengah saat ini didominasi oleh lulusan sarjana, menyusul lulusan SMA dan SMK di tahun-tahun sebelumnya.”Fenomena ini harus disadari, bahwa ijazah tidak selalu menjamin kompetensi,”tandas politisi yang juga Ketua Partai Nasdem Kebumen itu.

Reza berharap PGRI dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan dan menyediakan pendidikan berkualitas di Kebumen untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi menegaskan, kata kunci untuk mengatasi kemiskinan di Kebumen ada pada pendidikan. Menurutnya, menyambut era Society 5.0 kuncinya pada tingkat pendidikan yang tinggi, bukan hanya cerdas secara intelektual dan emosional, melainkan juga spiritual.

“Orang cerdas belum tentu sukses. Orang sukses memiliki banyak kecerdasan emosional. Tapi orang sukses bisa berbahaya karena dia selalu berpikir untuk kepentingan dirinya,” terang Muhdi.

Muhdi pun sepakat dengan pemikiran Bupati Lilis bahwa fokus pendidikan masa depan harus pada penguatan karakter, moral, dan keteladanan.

Muhdi juga mengingatkan pentingnya kualitas SDM untuk menyambut bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

Muhdi bahkan mengutip kisah bangkitnya Jepang pasca-bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, di mana yang ditanyakan oleh Kaisar Jepang kala itu bukanlah jumlah tentara yang tersisa, melainkan jumlah guru.

“Karena kalau masih ada guru, negara bisa bangkit, dan itu terbukti,”tandas tokoh pendidikan di Jawa Tengah yang juga asal Kebumen itu.

Komper Wardopo