
“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Saya kini memahami mengapa program pertukaran ini berlangsung begitu lama, karena EASE di bangun di atas dasar persahabatan yang tulus dan disertai sukacita. Ada kegembiraan dan kehangatan yang menghidupkan EASE selama hampir lima dekade,” imbuhnya.
Acara pembukaan EASE kali ini menghadirkan sosok istimewa sebagai special lecture Rektor Ketiga UKSW Periode 1983-1993 Dr. (H.C.) Willi Toisuta, Ph.D., yang juga pernah menjadi Leader EASE UKSW pada tahun 1978 untuk berbagi cerita perjalanan panjang EASE. Dalam momen istimewa ini Profesor Willi Toisuta berkesempatan untuk menjelaskan sejarah berdirinya EASE kepada para peserta.
Rasa bangga bisa menjadi partisipan dalam program bersejarah ini tergambar jelas dari raut wajah para peserta. Salah satunya Kezia S. Aribawana selaku student leader EASE UKSW, yang mengaku senang bisa menjadi bagian dalam program bergengsi ini. “Saya sudah dua kali mengikuti program EASE ini, senang sekali bisa belajar, membangun network yang lebih luar, dan culture sharing dengan mahasiswa dari KGU Jepang,” bebernya.
Selain Kezia, student leader EASE KGU Mami Tamaki juga menyampaikan hal yang sama. “Alasan saya kembali mengikuti EASE adalah karena ingin bertemu kembali dengan para peserta EASE tahun lalu, saya merasakan hangatnya persahabatan dalam program ini. Melalui program ini saya juga belajar banyak tentang budaya Indonesia mulai dari masyarakatnya hingga makanan tradisionalnya,” ungkap Mami.
Rangkaian EASE 2025 akan semakin semarak dengan berbagai aktivitas yang mempererat hubungan peserta. Pada Selasa (05/08/2025) akan digelar food sharing, keesokan harinya pada Rabu (06/08/2025) akan digelar paper presentation yang dikemas dalam sejumlah topik diantaranya “Cloth of Identity: Comparison Study of Philosophical and Communal Values in Batik Sidomukti and Shiromuku Kimono”, “From Happiness to Friendship: The Impact of Japanese’s Entertainment in Indonesia”, dan “How Japanese Obon and Indonesian Kuningan Shape Communal Life: A Comparative Study”.
Sementara itu pada Kamis (07/08/2025) akan dilaksanakan culture sharing. Kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan budaya ke Yogyakarta pada Sabtu (09/08/2025) yakni di Ullen Sentalu Museum dan Candi Borobudur. Kemudian pada Senin (11/08/2025) akan bertolak ke Bali untuk mengunjungi Pantai Kuta, Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan menonton Tari Kecak.
Program EASE ini menjadi salah satu wujud nyata UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan Program PUC 2025 ini menegaskan kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-4 pendidikan berkualitas dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ning S













