
Di hari ke-2 FHI 2025, LPPOM MUI mengadakan seminar industri yang dihadiri oleh para pengunjung dan pebisnis yang makin sadar akan pentingnya sertifikasi halal bagi semua produk di Indonesia, baik produk lokal maupun internasional.
Ade Suherman, selaku Halal Auditor Management Manager LPPOM MUI, memberikan pemahaman bahwa sertifikasi halal saat ini menjadi kewajiban yang diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah.
Seminar yang diadakan dalam event FHI 2025 ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengatasi tantangan dalam proses sertifikasi halal, mulai dari akses informasi, pemilihan lembaga pemeriksa, hingga pendampingan teknis.
Selain itu, FHI 2025 juga menghadirkan seminar industri oleh asosiasi dan lembaga lain seperti, ASEAN American Epicurean Table Seminar oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; serta Seminar BULOG: Kebaikan Kualitas Pangan di Setiap Sajian Nusantara.
Marketing Communications Manager FHI 2025 Leonarita Hutama menambahkan, sejalan dengan tema FHI tahun ini ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan,’ FHI telah menjadi katalisator bagi praktik berkelanjutan.
“FHI 2025 menghadirkan beragam merek dagang yang telah mengutamakan sustainability dan menawarkan produk serta layanan yang ramah lingkungan untuk menginspirasi customers kami dalam membuat pilihan yang lebih bijak untuk masa depan yang lebih baik. Untuk itu, FHI 2025 memfasilitasi seminar tentang sustainability,” ungkap Leona.
Kehadiran FHI 2025 sebagai pameran tahunan telah menjadi bagian dari komitmen PT Pamerindo Indonesia untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis di sektor perhotelan dan F&B Indonesia yang berkelanjutan.
Ning S













