blank
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri didampingi para pejabat utama serta Wakil Kepala Bulog Cabang Magelang melepas pendistribusian jagung hasl panen ke gudang Bulog, Selasa (5/8).(Foto:SB/Humas {Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sebanyak 50 ton jagung hasil panen kelompok tani binaan Polres Kebumen didistribusikan ke Bulog Cabang di Kebumen, Selasa (5/8).

Ini merupakan pengiriman perdana hasil panen jagung dari Polres Kebumen yang diterima Bulog, menandai langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pelepasan pendistribusian dilakukan langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Kebumen, di lokasi penyimpanan jagung, sebelum diberangkatkan ke gudang Bulog.

Kapolres menjelaskan, jagung yang dikirim merupakan hasil panen tahap pertama kelompok tani binaan Polres Kebumen yang dikelola oleh Primkopol Polres Kebumen.

Distribusi ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dengan petani lokal dalam mendukung ketahanan pangan.

blank
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri memberi sambutan pada pendistribusian 50 ton jagung hasil panen petani ke gudang Bulog, Selasa 5/8.(Foto:SB/Humas Polres)

“Jagung yang kami distribusikan hari ini telah sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan pemerintah, baik dari segi kadar air maupun harga pembelian,”jelas AKBP Eka Baasith Syamsuri.

Kapolres menambahkan, jagung dengan kadar air 18–20% dibeli seharga Rp 5.500/kg. Sedangkan jagung dengan kadar air 14% diterima Bulog seharga Rp 6.400/kg.

Dengan hadirnya Primkopol sebagai mitra pengelola, proses distribusi berhasil memangkas peran spekulan yang kerap memengaruhi harga komoditi pertanian di pasaran.

“Semoga ke depan akan ada panen yang lebih baik, karena setelah ini masih banyak kelompok tani binaan Polres Kebumen yang akan memasuki masa panen tahap selanjutnya,”tambahnya.

Sementara itu Wakil Pemimpin Cabang Bulog Magelang Miftah Rahmawati menyambut baik pendistribusian jagung dari Polres Kebumen.

Menurut Miftah, distribusi ini menjadi titik awal yang positif, terlebih saat ini Bulog belum menerima stok jagung lainnya, karena wilayah Magelang dan sekitarnya baru memasuki musim panen jagung pada September mendatang.

“Ini adalah awal yang baik. Semoga ke depan akan ada lagi panen jagung yang bisa dikoordinasikan dengan pola yang berkelanjutan, tidak hanya sekali ini saja,”ujar Miftah.

Program ini merupakan bagian dari dukungan Polres Kebumen terhadap kebijakan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui budidaya jagung.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, petani, serta menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Kebumen.

Komper Wardopo