blank
Lelang ukir untuk amal para seniman ukir Jepara. (foto: Ulfa).

JEPARA (SUARABARU.ID)- Komunitas Ukir Jepara (KUI) bersama Pemerintah Kabupaten Jepara menggandeng Bank Indonesia (BI), menggelar lelang karya pengukir Jepara di Gallery Waloeyoe Hadi, Bapangan, Jepara, Rabu (30/7/2025).

Acara dihadiri Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Zamroni Lestiaza.

blank
Salah satu karya dengan judul ‘Kasih sayang ibu untuk anak”. (Foto: Ulfa).

Acara juga dihadiri oleh Ketua HIMKI Jepara Hendra Sasmita, Ketua Kadin, Ketua APKJ, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng Meisara cahyati,  seniman senior Jepara Suhandono Hadi, Kurator seni Kus Indarto dari Yogyakarta, serta owner gallery, Naryo.

Acara  yang bertajuk “Lelang Ukir untuk Amal” karya pengukir Jepara ini merupakan acara yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Jepara.

Menurut Sutrisno, ketua panitia kegiatan, hasil dari lelang penjualan karya nantinya akan diberikan untuk santunan anak yatim dan sebagian untuk seniman ukir itu sendiri.

“Acara lelang karya seniman ukir Jepara ini berawal dari diskusi kecil kami dengan pihak BI yang pada saat itu memberikan fasilitas stand di Paragon mall Semarang, dalam acara ‘Jateng Gayeng”, kata Sutrisno dalam sambutannya.

“Biasanya para seniman ukir di Jepara ini bisa membuat karya namun mereka susah untuk menjualnya”, lanjut pengukir reilef ini.

“Nah, salah satu upaya kami untuk menjaga seni ukir di Jepara untuk terus eksis serta untuk menggugah para pengukir Jepara untuk terus berkarya akhirnya kami berinisiasi untuk membuat acara lelang karya pengukir Jepara”, imbuhnya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili Kadisperindag Zamroni Lestiaza, menyebut bahwa lelang karya pengukir Jepara merupakan tonggak sejarah lelang ukiran terbuka untuk umum yang diselenggarakan secara resmi.

“Padahal lelang furniture antik di Indonesia baru saja dibuka dan ini di Jepara dilakukan hal serupa”, terang Zamroni.

blank
Gallery Waloeyo Hadi (Foto: Ulfa).

“Kami berharap dengan dimulainya lelang barang karya pengukir Jepara, kedepannya bisa berkembang seperti Balai lelang internasional Christie’s yang tetap eksis sejak tahun 1766 lanjutnya.

Menurut Zamroni, Jepara mempunyai syarat untuk ke arah sana melalui kualitas karya, sejarah serta budayanya.

“Syarat tersebut sebagai upaya untuk mendorong ukiran sebagai warisan budaya tak benda yang diakui dunia jadi bukan hanya sekedar klaim!”, cetusnya.

Seperti diketahui, karya-karya seniman ukir Jepara banyak yang dikoleksi oleh para kolektor. Seperti sebuah relief kecil dengan tema ‘Perang Jawa’ karya Suhartono tembus dengan harga 50 juta yang dibeli oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Atau ukiran ‘Kepiting’ karya Suroso.

“Pemkab Jepara juga mensuport penuh kebangkitan seni ukir Jepara dan akan menggelar pameran tunggal ukir khusus karya pengukir dari Jepara. Tidak main-main kami akan menggelar pameran tersebut di Gallery Nasional Jakarta”, pungkas Zamroni.

Hasil lelang untuk amal karya pengukir Jepara tembus sampai 40 juta dengan karya dan judul sebagai berikut: ‘Niat bagus’ (1juta), ‘New Hope’ (500 ribu), ‘Sangkar Brathayuda’ (28 juta), ‘Wave’ (800 ribu), ‘Burung liar yang bebas’ (4,6 juta), ‘Putri Malu’ (500 ribu), ‘Kasih Sayang Ibu kepada Anak’ (5 juta).

ua