JEPARA (SUARABARU.ID) – Pagi yang cerah di Lapangan Bola SMP Negeri 1 Welahan menjadi saksi pelaksanaan upacara bendera hari Senin 28 Juli 2025 yang berbeda dari biasanya. Seluruh siswa, guru, dan staf tampak antusias menyambut kehadiran Ipda Badar Amri Yahya, S.H., Kapolsek Welahan, yang bertindak sebagai pembina upacara. Kehadirannya memberikan nuansa baru dan memperkuat pesan-pesan penting yang disampaikan.
Gemlegar suara MC dan deretan barisan yang rapi menandakan mulainya upacara pada pagi ini. Pasukan pengibar bendera mengibarkan Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang menggema penuh semangat. Siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Welahan sebagai petugas pada kali ini menujukkan kualitasnya dengan terselenggaramya upacara yang khidmat dan tertib. Setelah rangkaian inti upacara telah dilaksanakan, tiba saatnya amanat yang dinantikan.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Badar Amri Yahya, S.H menyampaikan tiga poin krusial yang perlu diserap oleh para siswa. Pertama, ia menyoroti urgensi keselamatan berlalu lintas. “Jalan raya bukan arena balap, tapi tempat kita semua berbagi ruang,” tegasnya. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm standar, mengendarai sepeda listrik sesuai prosedur serta menjauhi perilaku ugal-ugalan demi keselamatan diri dan pengguna jalan lain. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik,”ujarnya

Poin kedua yang menjadi perhatian adalah fenomena bullying (perundungan). Ipda Badar Amri Yahya, S.H menegaskan bahwa sekolah adalah tempat yang aman bagi setiap siswa untuk belajar dan berkembang, bukan tempat untuk saling merendahkan. Karena itu ia mengajak seluruh elemen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling mendukung, serta berani melapor jika melihat atau menjadi korban bullying.
Terakhir, namun tidak kalah penting, adalah pesan untuk senantiasa taat pada aturan. Baik aturan di sekolah, di rumah, maupun aturan hukum yang berlaku di masyarakat. “Ketaatan pada aturan adalah pondasi dari ketertiban dan kemajuan sebuah bangsa,” tutur Ipda Badar Amri Yahya, S.H. Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk menjadi warga negara yang patuh dan bertanggung jawab.

Upacara di tutup dengan doa bersama sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan, tetapi juga memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, sadar hukum, dan peduli sesama.
Hadepe – Naillysa Rahmawati













