
Abdul Hadi menekankan pentingnya pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan untuk mencegah dominasi oleh kelompok atau daerah tertentu saja.
Menurutnya, agar prestasi bisa merata dan olahraga bridge terus berkembang, perlu dukungan sistematis dari pemerintah daerah, KONI dan dunia pendidikan.
“Kami ingin ke depan juara-juara bridge tidak hanya datang dari pemain-pemain lama atau daerah unggulan. Tapi juga dari wajah-wajah baru yang berasal dari hasil pembinaan jangka panjang,” tegasnya.
Kejuaraan ini juga menjadi catatan penting bahwa Kabupaten Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga bridge.
Selain mampu menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat regional, animo peserta dan dukungan pemerintah daerah menjadi modal positif untuk menghidupkan kembali bridge sebagai cabang yang diminati.
Meski masih menghadapi tantangan regenerasi dan keterbatasan frekuensi kejuaraan, Pengkab GABSI Wonosobo bertekad menjadikan olahraga bridge sebagai bagian dari pembinaan prestasi yang serius.
Muharno Zarka













