
”Dan media massa merupakan pilar demokrasi kebangsaan, termask LDII yang juga terus melakukan upaya untuk menjaga keamanan NKRI. Era digital semua orang bisa akses, masuk ke dalamnya. Jadi kebangsaan sangat penting, biar tidak terjadi pecah belah,” jelasnya.
Adapun program yang dilakukan LDII dalam menjaga dan merawat kebangsaan adalah mengawalnya melalui pendidikan, agama, dan kesehatan sumber daya manusia (SDM) termasuk adalah para anggota dan generasi muda.
”Kami bekerjasama dengan semua pihak terkait. Misalnya, mengimplementasikan pendidikan kebangsaan yang masuk dalam kurikulum untuk para santri di pondok pesantren,” jelasnya.
Termasuk untuk anak-anak muda generasi Z, pihaknya punya TPPK (Tim Penanganan dan Penanggulangan Kekerasan). “Sekarang banyak kita dengan terjadi bullying di sekolah. Ternyata tidak hanya dilakukan oleh sesame murid, bahkan gurunya pun ada yang melakukan bullying. Kami akan bertemu dengan Menteri Dikdasmen, dan melaporkan hasil kerja kami dalam penanganan dan penanggulangan tidak kekerasan ini,” ujar KH Chriswanto.
R. Widiyartono













